Category: Biologi


sobat sekalian, sering melihat seorang bayi disekeliling kita selalu menangis tak berhenti? itu karena apa?? mari simak informasi berikut :

Organ sistem respirasi mulai terbentuk saat bayi dikandungan dengan panjang sekitar 2,5 cm. perkembangan sistem tersebut sempurna saat berusia 28 minggu.

bayi tidak dapat ¬†bernapas didalam kandungan loh?, ¬†tetapi bagaimana dengan oksigen dan karbondioksidanya ya?? oh ya, bayi memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida melalui plasenta. disaat lahir, sistem sirkulasi beserta sistem respiranya mulai bekerja langsung. saat pertama kali bernapas hal yang sulit karena paru-paru masih berisi cairan ketuban. cairan ini akan keluar karena adanya tekanan darah. Nah sobat, karena itulah kita melihat bayi selalu menangis. meskipun udah disuguhi susu botolan, bayi baru diam bila minum ASI Ibunya. kasih sayang ibuk menyinari sang surya ūüôā

sekian postingan dari saya, terima kasih udah membaca

Iklan

Macam-macam Fungsi hati. Hati di sebut juga dengan istilah hepar atau liver. Hati merupakan organ penghasil kelenjar terbesar dalam tubuh manusia. Hati terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya berada di bawah diafragma dan Macam-macam fungsi hatidiatas lambung. Hati memiliki banyak fungsi. Fungsi hati yang paling utama adalah untuk menyaring racun-racun yang ada pada darah dan menetralisirnya. Berikut ini adalah beberapa fungsi hati dalam menunjang dan menjamin kelangsungan sistem metabolisme tubuh manusia.

FUNGSI HATI

Fungsi hati sangat banyak. Ada lebih dari 100 fungsi hati jika bisa di jabarkan satu persatu. Namun dalam artikel kali ini,  akan berbagi pengetahuan tentang fungsi hati yang penting dan wajib di ketahui oleh semua orang. Fungsi hati tersebut antara lain adalah:

1. Menyaring darah dari zat-zat yang berbahaya bagi tubuh
2. Mentralisir racun yang masuk ke dalam tubuh
3. Merombak sel-se darah merah dan menguraikan hemoglobin
4. Mengubah Glukosa menjadi glikogen
5. Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan (zat gula & Protein)
6. Organ tempat di hasilkannya empedu
7. Organ penghasil enzim Arginase yang berfungsi untuk mensintesisarginin menjadi ornifin dan urea
8. Tempat pembentukan dan pengeluaran lemak
9. Merubah amonia menjadi urea yang kemudian dikeluarkan melalui urine

4 Ciri Khusus Makhluk Hidup. Makhluk hidup adalah makhluk yang paling unik di alam semesta. Dan jumlahnya sangat sedikit dibandingkan benda mati yang mengisi dunia ini. Makhluk hidup dapat di bedakan dari benda dengan melihat ciri-cirinya. Berikut ini adalah beberapa ciri khusus makhluk yang membedakannya dengan benda mati.

CIRI-CIRI KHUSUS MAKHLUK HIDUP

Setidaknya ada 4 ciri ‚Äďciri khusus makhluk hidup yang membedakannya dengan makhluk tak hidup atau benda mati. Ciri-ciri khusus tersebut adalah:

1. Makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang
2. Makhluk Hidup dapat bergerak dan atau berpindah tempat
3. Makhluk Hidup dapat bernafas
4. Makhluk Hidup dapat berkembang biak dan atau memperbanyak diri

Teori Asal Usul Kehidupan. Biogenesis dan Abiogenesis.
Teori asal usul kehidupan adalah sebuah teori yang masih berbentuk hipotesa tanpa kesimpulan yang pasti. Teori ini hanyalah sebuah percobaan untuk menjawab keingintahuan manusia tentang asal usul kehidupan. Keingin tahuan manusia tentang asal-susul kehidupan telah memotivasi para ahli Biologi untuk meneliti asal-usul dari kehidupan itu. Mereka berusaha mencari jawabannya dengan segala macam eksperimen yang dilakukan, meski hasil akhirnya tetap penuh dengan ketidak pastian, karena tidak seorangpun yang sudah mengalami dan menjadi saksi awal pertama kehidupan dimulai namun setidaknya telah memunculkan 3 teori tentang asal usul kehidupan, yaitu

TEORI ASAL USUL KEHIDUPAN

1. Teori Abiogenesis

Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati (Generatio Spontanea). Teori¬†Abiogenesis¬†dicetuskan pertama kali olehAristoteles¬†(384 ‚Äď 322 SM), yang merupakan tokoh ilmu pengetahuan dari Yunani Kuno.¬†Aristoteles¬†melakukan pengamatan ikan-ikan di sungai. Ia berpendapat bahwa ada sebagian ikan-ikan di sungai tersebut yang berasal dari lumpur. Teori Abiogenesis ini didukung pula oleh seorang ilmuwan Inggris pada tahun 1700 yang bernama¬†Nedhan. Ia mencoba melakukan penelitian dengan menggunakan rebusan kaldu. Hasil rebusan kaldu kemudian dimasukkan ke dalam botol dan ditutup dengan¬†gabus. Setelah beberapa hari, ternyata air kaldu tersebut ditumbuhi bakteri. Akhirnya Nedhan menyimpulkan bahwa bakteri berasal dari air kaldu. Teori ini gugur karena pada abad ke-17,¬†Antonie van Leeuwenhoek¬†berhasil membuat mikroskop. Penemuan mikroskop inilah yang mengawali berbagai macam percobaan untuk menguji teori-teori¬†Abiogenesis.¬†Leeuwenhoek¬†mencoba mengamati air rendaman jerami dengan menggunakan mikroskop temuannya. Ternyata terlihat bahwa di dalam setetes air rendaman jerami tersebut terdapat benda-benda aneh yang sangat renik.

2. Teori Biogenesis.

Teori¬†biogenesis¬†adalah suatu teori yang mengemukakan bahwa asal kehidupan suatu makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula. Semboyan teori¬†Biogenesis¬†adalah ‚Äúomne vivum ex ovo‚ÄĚ (makhluk hidup berasal dari telur) ‚Äúomne vivum ex vivo‚ÄĚ (makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang telah ada). Teori¬†biogenesis¬†ini didukung oleh tokoh-tokoh Biologi lain, seperti berikut.
  1. Francisco Redi adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Italia, ia merupakan orang pertama yang membantah teori Generatio Spontanea. Ia melakukan eksperimen untuk mendapat fakta yang benar. Ia menggunakan daging segar yang diletakkan di dalam tiga tabung. Perlakuan tabung I ditutup rapat, tabung II ditutup kain kasa dan tabung III tidak ditutup dan dibiarkan terbuka. Setelah beberapa hari Francisco Redi mendapatkan hasil eksperimen. Ternyata botol tabung I tidak ada mikroba, tabung II terdapat sedikit mikroba, dan tabung III terdapat banyak mikroba. Dari hasil eksperimen ini Francisco Redi kemudian membuat kesimpulan bahwa mikroba yang berupa belatung yang terdapat pada daging tersebut berasal dari telur-telur lalat yang ditinggalkan pada saat lalat tersebut mengerumuni daging yang membusuk. Dari hal ini maka teori Abiogenesis runtuh diganti dengan teori Biogenesis yaitu bahwa makhluk hidup tidak begitu saja terbentuk dari benda-benda mati, melainkan dari makhluk hidup juga.
  2. Spallanzani adalah seorang tokoh ilmuwan dari Italia. Ia melakukan kegiatan eksperimen pada tahun 1765, untuk menentang teori Nedham. Spallanzani mengadakan pembuktian dengan air kaldu  dan hasil percobaannya sama dengan Francisco Redi yaitu makhluk hidup berasal dari sesuatu yang hidup. Spallanzani menjelaskan bahwa kegagalan percobaan Nedham karena Nedham tidak merebus tabung cukup lama sampai semua organisme terbunuh dan Nedham juga tidak menutup leher tabung dengan rapat sehingga masih ada organisme yang masuk dan tumbuh.
  3. Louis Pasteur melakukan percobaan pada tahun 1864. Tujuan percobaan Pasteur adalah untuk menguji dan memperbaiki percobaan dari Redi dan Spallanzani. Pasteur membuat labu berleher angsa, yang agak tertutup namun masih dapat berhubungan dengan udara. Percobaan yang dilakukan oleh Pasteur adalah merebus kaldu hingga mendidih kemudian kaldu tersebut didiamkannya beberapa saat di dalam tabung leher angsa. Setelah beberapa hari, bakteri tidak tumbuh pada kaldu tersebut, tetapi beberapa hari kemudian air kaldu sudah ditumbuhi bakteri. Dari teori Pasteur inilah maka teori abiogenesis (Generatio spontanea) tumbang. Sehingga disimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula.
Begitu zaman semakin berkembang, teori tentang asal usul kehidupanpun beragam. Dari ketiga teori asal usul kehidupan diatas, setidaknya ada tambahan satu lagi yang patut untuk di kaji dan diteliti, yaitu teori asal usul kehidupan yang mengatakan bahwa nenek moyang manusia berasal dari angkasa luar. Teori ini dicetuskan oleh Erich Von Daniken dalam bukunyaNenek Moyang dikunjungi astronout  Bintang Lain??

 Teori Evolusi

Gambar 7.1 Evolusi manusia

Gambar 7.1 Evolusi manusia

Berdasarkan ilustrasi di depan Anda akan mendapatkan gambaran dan penjelasan tentang evolusi. Dari Gambar 7.1 terlihat bahwa evolusi tidak terlepas dari kehidupan masa lampau. Saat ini, kehidupan masa lampau itu hanya dapat ditemukan bukti-buktinya, yang berupa fosil. Pernahkah Anda melihat film-film tentang kehidupan dinosaurus atau kingkong? Film-film tersebut berusaha untuk memberikan gambaran tentang kehidupan masa lampau.

Semua makhluk hidup berasal dari mahkluk hidup sebelumnya yang dapat muncul dengan variasi baru sehingga menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup. Adanya variasi-variasi tersebut dapat menyebabkan spesies baru. Peristiwa ini dikenal dengan istilah evolusi. Jadi, evolusiadalah proses kompleks pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi dalam kurun waktu jutaan tahun.

Teori tentang evolusi merupakan teori yang tetap hangat dipertentangkan sampai saat ini. Banyak tokoh yang berpendapat tentang hal ini, tetapi belum ada satu teori yang dapat menjawab semua fakta dan kejadian tentang sejarah perkembangan makhluk hidup. Beberapa teori dari para ahli yang menjadi dasar dari teori evolusi, di antaranya sebagai berikut.

1. teori evolusi Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles adalah seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori evolusi. Ia mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya metafisika alam dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.

2. teori evolusi Anaximander (500 SM0. Anaximander juga merupakan seorang filosof yang berasal dari Yunani. Ia berpendapat bahwa manusia berawal dari makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses evolusi.

3. teori evolusi Empedoclas (495-435 SM). Empedoclas adalah seorang filosof Yunani. Ia mengemukakan teori bahwa kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar dari matahari dan berubah menjadi makhluk hidup. Evolusi terjadi dengan dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudian berkembang menjadi sempurna dan akhirnya menjadi beraneka ragam seperti sekarang ini.

4. teori evolusi Erasmus Darwin (1731-1802). Erasmus Darwin adalah kakek dariCharles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi berkebangsaan Inggris. Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku yang berjudul Zoonamia yang menentang teori evolusi dari Lamarck.

5. teori evolusi Count de Buffon (1707-1788). Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi.

6. teori evolusi Sir Charles Lyell (1797-1875). Lyell adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia dengan bukunya yang terkenal berjudul Principles of Geology. Di dalam bukunya tersebut Lyell berpendapat bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang lama.

7. teori evolusi Jean Baptise de Lamarck. Jean Baptise de Lamarck¬†(1744 ‚Äď 1829) seorang ahli biologi kebangsaan Perancis, memiliki suatu gagasan dan menuliskannya dalam bukunya berjudul ‚ÄúPhiloshopic‚ÄĚ. Dalam bukunya tersebut¬†Lamarck¬†mengatakan sebagai berikut.

  1. Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan melalui proses adaptasi lingkungan.
  2. Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya.
  3. Organ yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang. Contoh yang dapat digunakan oleh Lamarck adalah jerapah. MenurutLamarck, pada awalnya jerapah memiliki leher pendek. Karena makanannya berupa daun-daun yang tinggi, maka jerapah berusaha untuk dapat menjangkaunya. Karena terbiasa dengan hal ini maka semakin lama, leher jerapah menjadi semakin panjang dan pada generasi berikutnya akan lebih panjang lagi.

Teori Lamarck ditentang oleh Erasmus Darwin (kakek dari Charles Darwin) yang mengatakan bahwa populasi jerapah adalah heterogen, ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Jerapah-jerapah tersebut berkompetisi untuk mendapatkan makanan. Dari persaingan tersebut jerapah berleher panjang akan menang dan akan tetap hidup, sifat ini akan diwariskan kepada keturunannya. Jerapah yang berleher pendek akan mati dan perlahan-lahan mengalami kepunahan.

Agar lebih jelas mengenai perbandingan dua teori ini, dapat Anda perhatikan Gambar 7.3.

Gambar 7.3 Teori evolusi jerapah

Gambar 7.3 Teori jerapah berleher panjang menurut Lamarck dan Erasmus Darwin

8. teori evolusi Charles Robert Darwin¬†(1809‚Äď1882).¬†Charles Robert Darwin¬†(1809‚Äď1882) adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris yang melakukan pelayaran pada tahum 1831. Dengan menggunakan kapal HMS Beagel, ia melakukan pelayaran menuju ke Kepulauan Galapagos, yang merupakan kepulauan terpencil kurang lebih 1050 km dari dari daratan utama Amerika Serikat. Dalam pelayarannya hingga sampai di Kepulauan Galapagos tersebut Charles Darwin menemukan dan mengamati berbagai macam burung Finch yang memiliki berbagai macam bentuk paruh. Perbedaan morfologi tersebut ternyata menunjukkan adanya hubungan kekerabatan dengan burung yang ada di Amerika Serikat. Hasil penemuan burung Finch oleh Darwin dapat Anda lihat pada Gambar 7.4.

burung Finch

Keterangan gambar :
1. Burung finch kaktus tanah besar
2. Burung finch tanah besar
3. Burung finch tanah sedang
4. Burung finch tanah berkaktus
5. Burung finch tanah berparuh tajam
6. Burung finch tanah kecil
7. Burung finch plato
8. Burung finch pohon pemakan tumbuhan
9. Burung finch pohon insektivora besar
10. Burung finch pohon insektivora kecil
11. Burung finch pohon pemakan serangga kecil
12. Burung finch penyanyi
13. Burung finch bakau

Coba Anda perhatikan Gambar 7.4! Perhatikan bentuk paruh dari masing-masing burung tersebut! Burung Finch nomor 1‚Äď7 adalah burung Finch tanah, yang mencari makanan di tanah atau di semak yang rendah. Burung Finch nomor 8‚Äď13 adalah burung Finch pohon, makanannya berupainsekta. Pada abad ke-18 seorang ahli ekonomi¬†Thomas Robert Malthus¬†seorang berkebangsaan Inggris (1766 ‚Äď 1834) mengemukakan pendapatnya dalam bukunya yang berjudulAn Essay on the Principle of Population. Malthus menyimpulkan bahwa jumlah penduduk naik seperti deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, ‚Ķ) sedangkan bahan makanan yang tersedia naik seperti deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, ‚Ķ). Dari teori tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah kenaikan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Fenomena ini mengakibatkan makhluk hidup harus melakukan perjuangan agar terus bertahan. Sifat-sifat yang mendukung akan dipertahankan, sedangkan sifat-sifat yang tidak mendukung akan hilang. Makhluk hidup yang mampu bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan lolos dari¬†seleksi alam.

Alfred Russel Wallace (1823-1913) mengadakan pengamatan tentang adanya penyebaran flora dan fauna di wilayah oriental yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan yang ternyata mempunyai banyak persamaan dengan wilayah Australia dan Maluku serta Sulawesi sebagai daerah transisi. Dengan gagasan dan teori kedua tokoh yaitu, Malthus dan Wallace, maka Darwin menggunakan teori evolusinya lebih lanjut. Ide-ide Darwin berdasarkan hasil observasinya antara lain seperti berikut.

  1. Tidak ada individu yang sama. Antara individu satu dengan yang lainnya mempunyai perbedaan atau variasi walaupun dalam satu spesies dan variasi tersebut bersifat menurun.
  2. Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena mempunyai kemampuan untuk bereproduksi.
  3. Bertambahnya populasi tidak akan berjalan terus-menerus, tetapi kenaikan populasi akan dipengaruhi oleh faktor-faktor pembatas.
  4. Jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada individu yang dapat bertahan hidup.
  5. Individu-individu akan mengadakan persaingan untuk mendapatkan makanan agar dapat mempertahankan hidupnya.
  6. Adanya seleksi alam akan mengakibatkan individu harus beradaptasi dengan lingkungannya. Individu yang dapat beradaptasi akan dapat terus hidup dan akan mewariskan sifat-sifatnya pada keturunannya.

Dalam perkembangannya, individu tersebut akan mengalami perubahan-perubahan secara berangsur-angsur dari generasi ke generasi yang mengarah pada terbentuknya spesies baru, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan mati dan punah. Ide Darwin tersebut dituangkan dalam bukunya yang berjudul On The Origin Spesies By Means Of Natural Selection, yang berarti terjadinya spesies baru melalui proses seleksi alam, dan The Preservation Of Favored Races In The Strunggla For Live yang berarti, setiap individu harus berusaha mendapatkan kebutuhan untuk kelangsungan hidup. Dari berbagai teori Darwin yang dijelaskan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan seperti berikut.

  1. Spesies yang ada sekarang berasal dari spesies yang hidup di masa lampau.
  2. Evolusi yang terjadi melalui proses seleksi alam.
  3. Proses evolusi dipengaruhi oleh lingkungan.

Bukti evolusi tersebut dapat ditemukan pada kupu-kupu Biston betularia. Spesies kupu-kupu ini hidup pada waktu sebelum revolusi industri di Inggris, hewan ini kebanyakan berwarna putih atau cerah, tetapi setelah terjadi revolusi industri, kupu-kupu yang banyak ditemukan adalah berwarna hitam atau gelap. Coba Anda pikirkan mengapa demikian! Coba Anda kaitkan dengan teori-teori yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sebagai perbandingan warna kupu-kupu tersebut dapat Anda lihat pada Gambar 7.5.

Gambar 7.5 Kupu Biston betularia

Gambar 7.5 Kupu Biston betularia warna putih dan Hitam

Setelah terjadi revolusi industri, maka tembok dan tempat-tempat lain sebagai habitat kupu-kupu berubah menjadi gelap akibat banyaknya asap dari pabrik industri sehingga kupu-kupu yang putih dan cerah akan mudah dimangsa oleh predatornya dari-pada kupu-kupu yang hitam dan gelap. Akibatnya kupu-kupu hitam dan gelaplah yang mampu bertahan hidup, sedangkan kupu-kupu putih dan cerah akhirnya punah.

9.¬†August¬†Weismann (1934 ‚Äď 1914). Weismann¬†berpendapat bahwa¬†sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan dalam penurunannya, melainkan berdasarkan pada prinsip genetika. Weismann melakukan percobaan untuk membuktikan teorinya tersebut. Perlakuan diberikan kepada dua tikus yang dipotong ekornya dan kemudian kedua tikus tersebut dikawinkan. Hasilnya adalah generasi keturunannya masih berekor panjang sampai generasi ke-21. Dari percobaan yang dilakukan tersebut maka akhirnya Weismann menarik kesimpulan seperti berikut.

  1. Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.
  2. Evolusi merupakan masalah genetika, artinya evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.

B. Macam-macam Evolusi. Berbagai macam teori evolusi yang dicetuskan oleh para tokoh tersebut, akan menjadi dasar pemikiran tentang evolusi selanjutnya. Proses evolusi dapat dibedakan atas dasar faktor-faktor berikut.

1. Evolusi berdasarkan arahnya. Berdasarkan arahnya evolusi dibedakan menjadi dua.

a. Evolusi progresif. Evolusi progresif merupakan evolusi menuju pada kemungkinan yang dapat bertahan hidup (survival). Proses ini dapat dijumpai melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada burung Finch. Coba Anda ingat kembali materi yang sudah disampaikan di depan. Bagaimana burung Finch beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya?

b. Evolusi regresif. Evolusi regresif merupakan proses menuju pada kemungkinan kepunahan. Hal ini dapat dijumpai melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada hewan dinosaurus.

2. Evolusi berdasarkan pada skala perubahannya. Berdasarkan skala perubahannya, evolusi dapat dibedakan menjadi dua.

a. Makro evolusi. Makroevolusi adalah perubahan evolusi yang dapat mengakibatkan perubahan dalam skala besar. Adanya makroevolusi dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru.

b. Mikro evolusi. Berkebalikan dengan makroevolusi, mikroevolusi adalah proses evolusi yang hanya mengakibatkan perubahan dalam skala kecil. Mikroevolusi ini hanya mengarah kepada terjadinya perubahan pada frekuensi gen atau kromosom.

3. Evolusi berdasarkan hasil akhir. Berdasarkan hasil akhir, evolusi dapat dibedakan menjadi dua.

a. Evolusi divergen. Evolusi divergen merupakan proses evolusi yang perubahannya berasal dari satu spesies menjadi banyak spesies baru. Evolusi divergen ditemukan pada peristiwa terdapatnya lima jari pada vertebrata yang berasal dari nenek moyang yang sama dan sekarang dimiliki oleh bangsa primata dan manusia.

b. Evolusi konvergen. Evolusi konvergen adalah proses evolusi yang perubahannya didasarkan pada adanya kesamaan struktur antara dua organ atau organisme pada garis sama dari nenek moyang yang sama. Hal ini dapat ditemukan pada hiu dan lumba-lumba. Ikan hiu dan lumba-lumba terlihat sama seperti organisme yang berkerabat dekat, tetapi ternyata hiu termasuk dalam pisces, sedangkan ikan lumba-lumba termasuk dalam mamalia. Agar lebih jelas tentang evolusi konvergen, perhatikan Gambar 7.6 di bawah ini!

Gambar 7.6 Evolusi konvergen dan divergen

Gambar 7.6 Evolusi konvergen dan divergen

C. Mekanisme Evolusi. Proses evolusi dapat terjadi karena variasi genetik dan seleksi alam. Adanya variasi genetik akan memunculkan sifat-sifat baru yang akan diturunkan. Variasi genetik ini disebabkan karena adanya mutasi gen. Seleksi alam juga merupakan mekanisme evolusi. Individu-indivu akan beradaptasi dan berjuang untuk mempertahankan hidupnya, sehingga individu akan mengalami perubahan morfologi, fisiologi, dan tingkah laku. Faktor-faktor yang berpengaruh di dalam mekanisme evolusi antara lain seperti berikut.

a. Evolusi. Peristiwa mutasi akan mengakibatkan terjadinya perubahan frekuensi gen, sehingga akan mempengaruhi fenotipe dan genotipe. Mutasi dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Sifat menguntungkan maupun merugikan tersebut terjadi jika:

  1. dapat menghasilkan sifat baru yang lebih menguntungkan,
  2. dapat menghasilkan spesies yang adaptif,
  3. memiliki peningkatan daya fertilitas dan viabilitas.

Selain menguntungkan, ada kemungkinan mutasi bersifat merugikan yaitu menghasilkan sifat-sifat yang berkebalikan dengan sifat-sifat di atas.

b. Seleksi alam dan adaptasi. Proses adaptasi akan diikuti dengan proses seleksi. Individu yang memiliki adaptasi yang baik akan dapat mempertahankan hidupnya, memiliki resistensi yang tinggi dan dapat melanjutkan keturunannya. Sedangkan individu yang tidak dapat beradaptasi akan mati selanjutnya akan punah. Untuk memahami adaptasi dan seleksi alam.

c. Aliran gen. Dengan adanya aliran gen maka akan terjadi perpindahan alel di antara populasi-populasi melalui migrasi dan individu yang kawin.

d. Perkawinan yang tidak acak. Perkawinan tak acak dapat mengakibatkan alel yang membawa sifat lebih disukai akan menjadi lebih sering dijumpai dalam populasi, sedangkan alel dengan sifat yang tidak disukai akan berkurang dan mungkin akan hilang dari populasi. Perkawinan yang terjadi antar keluarga dekat dapat mengakibatkan frekuensi gen abnormal atau gen resesif.

e. Genetik drift. Genetik Drift merupakan perubahan secara acak pada frekuensi gen dari populasi kecil yang terisolasi. Keadaan ini dapat Anda jumpai pada populasi terisolir kaum Amish di Amerika, ternyata ada yang membawa alel yang menyebabkan sifat cebol satu dari setiap seribu kelahiran. Hasil perkawinan secara acak tidak akan mengubah populasi tertentu. Penghitungan populasi secara acak tersebut dapat ditentukan dengan hukum Hardy Weinberg. Hukum Hardy Weinberg menyatakan bahwa frekuensi gen dalam populasi dapat tetap distabilkan dan tetap berada dalam keseimbangan dari satu generasi. Syarat terjadinya prinsip ini adalah:

  1. perkawinan secara acak,
  2. tidak ada seleksi alam,
  3. jumlah populai besar,
  4. tidak terjadinya mutasi maju atau surut,
  5. tidak ada migrasi.

Secara umum, hukum Hardy Weinberg dapat dirumuskan sebagai berikut.

  1. Bila frekuensi alel A di dalam populasi diumpamakan p
  2. Frekuensi alel a diumpamakan q
  3. Hasil perkawinan heterozigote antara Aa √ó Aa akan diperoleh hasil sebagai berikut:

1) Homozigot dominan AA = p × p = p2

2) Heterozigot 2 Aa = 2p √ó q = 2pq

3) Homozigot resesif = aa = q √ó q = q2

Sehingga persamaan rumusnya adalah:

p2 (AA) + 2 pq (Aa) + q2 (aa)

karena (p + q)2¬†= 1, maka p + q = 1, sehingga p = 1 ‚Äď q

D. Spesiasi. Makhluk hidup selalu mengalami perubahan secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama. Perubahan yang terjadi sedikit demi sedikit dapat menghasilkan struktur yang menyimpang dari aslinya, dan akhirnya terbentuk spesies baru. Proses terbentuknya spesies baru disebut spesiasi. Hal-hal yang mempengaruhi terbentuknya spesies baru antara lain sebagai berikut.

1. Domestikasi. Domestikasi merupakan bagian dari usaha pemuliaan tanaman dan hewan. Usaha yang dilakukan yaitu dengan cara membudidayakan tumbuhan dan hewan yang liar untuk dijinakkan. Misalnya budidaya ayam hutan dengan cara dikawinkan dengan ayam kampung akan menghasilkan ayam bekisar. Ayam bekisar merupakan pembentukan spesies baru yang sifatnya mandul. Pada proses domestikasi, tumbuhan dan hewan dapat memiliki sifat yang menyimpang dari jenis aslinya sehingga akan terbentuk spesies yang baru.

2. Poliploidi. Coba Anda ingat pengertian poliploid pada bab 6 tentang mutasi! Poliploid merupakan peristiwa penggandaan jumlah kormosom yang melebihi aslinya, misalnya dari 2n menjadi 3n. Poliploid dapat terjadi melalui dua cara antara lain seperti berikut.

a. Autopoliploidi

Peristiwa ini terjadi pada kromosom homolog atau terjadi dengan sendirinya, mungkin disebabkan karena faktor alam. Faktor-faktor yang menyebabkan autopoliploid antara lain radiasi alam, sinar ultraviolet matahari, dan lain-lain. Adanya faktor-faktor alami tersebut dapat menyebabkan kromosom gagal berpisah. Misalnya bunga Oenthera lamarchiaus yang memiliki kromosom 24 kemudian mengalami poliploid menjadi spesies yang baru yaitu Oenathera gigas yang memiliki kromosom berjumlah 28. Spesies baru yang dihasilkan bersifat mandul.

b. Allopoliploid

Peristiwa ini terjadi pada kromosom nonhomolog yang merupakan peristiwa penggandaan jumlah kromosom akibat peristiwa persilangan. Misalnya semangka dengan kromosom 2n disilangkan dengan semangka yang berkromosom 4n, akan dihasilkan spesies baru yang memiliki kromosom 3n yang bersifat mandul (tidak menghasilkan biji).

3. Mekanisme isolasi. Mekanisme isolasi merupakan proses pembentukan individu baru dengan batasan-batas tertentu. Faktor-faktor yang menjadi pembatas adalah habitat yang berbeda, iklim yang berbeda, gunung yang tinggi, pematangan sel kelamin yang tidak bersama. Mekanisme isolasi dibedakan menjadi tiga.

a. Mekanisme yang mencegah terbentuknya hibrida. Penyebab tidak terbentuknya hibrida antara lain tidak dimungkinkannya adanya pembuahan karena sel sperma tidak dapat mencapai sel telur. Dalam hal ini harus dilakukan pembuahan dengan inseminasi buatan. Peristiwa ini dapat Anda temui pada tanaman tembakau. Kegagalan terbentuknya hibrid juga disebabkan karena embrio yang tidak dapat tumbuh, misalnya pada Rana pipiens.

b. Mekanisme yang mencegah terjadinya perkawinan. Faktor-faktor yang menyebabkan gagal mengadakan perkawinan antara lain seperti berikut :

1) Populasi terpisah secara fisik, misalnya dipisahkan gunung, laut, padang pasir, dan lain-lain. Individu yang spesiesnya sama apabila terpisah habitatnya dan memiliki lingkungan yang berbeda maka akan menghalangi terjadinya perkawinan secara alamiah.

2) Mengalami iklim yang berbeda. Apabila pematangan sel kelamin dari dua individu tidak bersamaan maka hal ini menyebabkan gagal kawin secara alami. Misalnya pada tumbuhan Pinus radiata yang berbunga setiap bulan Februari dan Pinus muricata yang berbunga pada bulan April.

3) Perbedaan perilaku pada spesies mengakibatkan dua spesies terpisah sehingga tidak dapat saling melakukan perkawinan.

Makhluk hidup yang ada di muka bumi ini sangat beragam. Setiap jenis makhluk hidup mempunyai sifat dan ciri tersendiri sehingga dapat membedakannya antara yang satu dengan yang lainnya. Sifat atau ciri yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup ada yang dapat diturunkan dan ada pula yang tidak dapat diturunkan.

Dalam pewarisan sifat dari generasi ke generasi berikutnya mengikuti pola tertentu yang khas bagi setiap makhluk hidup. Pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya disebut hereditas. Cabang biologi yang khusus mempelajari tentang hereditas adalah genetika. Tokoh yang sangat berjasa dalam menemukan hukum-hukum genetika adalah Gregor Johann Mendel (1822 ‚Äď 1884) dari Austria. Beliau lahir tanggal 22 Juli 1822. Karena jasanya itu beliau dijuluki sebagai Bapak Genetika.

A. MATERI GENETIS

Di dalam setiap sel terdapat faktor pembawaan sifat keturunan (materi genetis), misalnya pada sel tulang, sel darah, dan sel gamet. Substansi genetis tersebut terdapat di dalam inti sel (nukleus), yaitu pada kromosom yang mengandung gen. Gen merupakan substansi hereditas yang terdiri atas senyawa kimia tertentu, yang menentukan sifat individu. Gen mempunyai peranan penting dalam mengatur pertumbuhan sifat-sifat keturunan. Misalnya pertumbuhan bentuk dan warna rambut, susunan darah, kulit, dan sebagainya.

1. Gen

Morgan, seorang ahli genetika dari Amerika menemukan bahwa faktor-faktor keturunan yang dinamakan gen tersimpan di dalam lokus yang khas di dalam kromosom. Gen-gen terletak pada kromosom secara teratur dalam satu deretan secara linier dan lurus berurutan. Dengan menggunakan simbol, kromosom dapat digambarkan sebagai garis panjang vertikal dan gen-gen sebagai garis pendek horizontal pada garis vertikal tersebut. Karena letak gen yang linier dan lurus berurutan, maka secara simbolik dapat dilukiskan pula garis-garis pendek horizontal (gen-gen) tersebut berderetan.

Gambar letak gen pada kromosom

Dari sekian banyak gen yang berderet secara teratur pada benang-benang kromosom, masing-masing gen mempunyai tugas khas dan waktu beraksi yang khas pula. Ada gen yang menunjukkan aktivitasnya saat embrio, lainnya pada waktu kanak-kanak ataupun gen lainnya lagi setelah spesies menjadi dewasa. Mungkin juga suatu gen aktif pada suatu organ namun tidak aktif pada organ yang lain. Setiap gen menduduki tempat tertentu dalam kromosom yang dinamakan lokus gen.

Gen yang menentukan sifat-sifat dari suatu individu biasanya diberi simbol huruf pertama dari suatu sifat. Gen dominan (yang mengalahkan gen lain) dinyatakan dengan huruf besar dan resesif (gen yang dikalahkan gen yang lain) dinyatakan dengan huruf kecil.
Sebagai contoh, pada tanaman ercis dapat dinyatakan
T = simbol untuk gen yang menentukan batang tinggi;
t = simbol untuk gen yang menentukan batang rendah.
Karena tanaman ercis individu yang diploid, maka simbol tanaman itu ditulis dengan huruf dobel.
TT= simbol untuk tanaman berbatang tinggi;
tt = simbol untuk tanaman berbatang rendah.
2. Kromosom
Kromosom terdapat di dalam nukleus mempunyai susunan halus berbentuk batang panjang atau pendek, lurus atau bengkok. Di dalam nukleus terdapat substansi berbentuk benang-benang halus, seperti jala yang dapat menyerap zat warna. Benang-benang halus tersebut dinamakan retikulum kromatin. Retikulum berarti jala yang halus. Kroma berarti warna, dan tin berarti badan. Definisi Kromosom adalah benang-benang halus yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetis kepada keturunannya.
Kromosom dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa pada sel-sel yang sedang membelah. Dalam sel yang aktif melakukan metabolisme, kromosom-kromosom memanjang dan tidak tampak. Namun, menjelang sel mengalami proses pembelahan, kromosom-kromosom tersebut memendek dan menebal, serta mudah menyerap zat warna, sehingga mudah kita lihat melalui mikroskop.
a. Jumlah dan tipe kromosom
Setiap organisme mempunyai jumlah kromosom tertentu, ada yang banyak ada pula yang hanya sedikit. Manusia mempunyai 46 kromosom dalam setiap inti selnya, 23 kromosom berasal dari ibu dan 23 kromosom berasal dari ayah. Manusia memulai hidupnya dari sebuah sel, yaitu sel telur yang dibuahi sel sperma. Sel telur dan sel sperma masing-masing mempunyai 23 kromosom (n). Sel telur yang telah dibuahi sel sperma akan menjadi zigot. Zigot yang terbentuk mempunyai 46 kromosom (2n). Untuk mengetahui jumlah kromosom yang dimiliki oleh berbagai jenis makhluk hidup, perhatikan Tabel 5.1 berikut.
Tabel 5.1 Jumlah kromosom pada berbagai jenis makhluk hidup
Tabel Jumlah kromosom pada berbagai jenis makhluk hidup
Double helix
Pada makhluk hidup tingkat tinggi, sel tubuh mengandung dua perangkat atau dua set kromosom yang diterima dari kedua induknya. Kromosom yang berasal dari induk betina berbentuk serupa dengan kromosom yang berasal dari induk jantan, sehingga sepasang kromosom yang berasal dari induk jantan dan induk betina disebut kromosom homolog. Pengertian kromosom homolog, yaitu kromosom yang mempunyai bentuk, fungsi, dan komposisi yang sama. Jumlah kromosom dalam sel tubuh disebut diploid (2n). Adapun jumlah kromosom dalam sel kelamin dinamakan haploid (n), karena hanya memiliki separo dari jumlah kromosom dalam sel tubuh. Dua perangkat atau dua set kromosom haploid dari suatu spesies disebut genom. Dengan demikian, genom dapat dikatakan sebagai jumlah macam kromosom atau perangkat kromosom dalam suatu individu. Contoh: manusia mempunyai 23 pasang kromosom haploid maka dalam sel tubuhnya berarti terdapat 2 √ó 23 = 46 kromosom (diploid).
Kromosom yang dimiliki oleh organisme secara umum dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu kromosom tubuh (autosom) dan kromosom seks (gonosom). Autosom terdapat pada individu jantan maupun betina dan sifat-sifat yang dibawa tidak ada hubungannya dengan penentuan jenis kelamin. Gonosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin suatu individu.
b. Struktur kromosom
Secara garis besar, struktur kromosom terdiri atas sentromer dan lengan. Sentromer atau kinetokor adalah bagian dari kromosom tempat melekatnya benang-benang spidel yang berperan menggerakkan kromosom selama proses pembelahan sel. Bagian ini berbentuk bulat dan tidak mengandung gen. Sentromer disebut juga
pusat kromosom. Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibedakan menjadi empat macam, yaitu metasentrik, jika sentromer terletak di tengah-tengah antara kedua lengan; submetasentrik, jika sentromer terletak agak ke tengah sehingga kedua lengan tidak sama panjang; akrosentrik, jika sentromer terletak di dekat ujung, telesentrik, jika sentrometer terletak di ujung lengan kromosom.
Gambar 5.4 Macam kromosom menurut letak sentromernya  (1) metasentrik, (2) submetasentrik, (3) akrosentrik
Gambar 5.4 Macam kromosom menurut letak sentromernya
(1) metasentrik, (2) submetasentrik, (3) akrosentrik
Lengan atau badan kromosom adalah bagian kromosom yang mengandung kromonema (pita bentuk spiral di dalam kromosom) dan gen. Selubung pembungkus kromonema disebut matriks. Gen merupakan substansi (bahan dasar) kimia di dalam kromosom yang mengandung informasi genetik (pembawa sifat). Kromosom
dibentuk oleh protein dan asam-asam nukleat. Bagian ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan lainnya disebut telomer. Untuk mengetahui struktur kromosom, perhatikan Gambar 5.5.
Struktur kromosom
B. HEREDITAS MENURUT MENDEL
Untuk membuktikan kebenaran teorinya, Mendel telah melakukan percobaan dengan membastarkan tanaman-tanaman yang mempunyai sifat beda. Tanaman yang dipilih adalah tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Alasannya tanaman tersebut mudah melakukan penyerbukan silang, mudah didapat, mudah hidup atau mudah dipelihara, berumur pendek atau cepat berbuah, dapat terjadi penyerbukan sendiri, dan terdapat jenis-jenis yang memiliki sifat yang mencolok. Sifat-sifat yang mencolok tersebut, misalnya: warna bunga (ungu atau putih), warna biji (kuning atau hijau), warna buah (hijau atau kuning), bentuk biji (bulat atau kisut), sifat kulit (halus atau kasar), letak bunga (di ujung batang atau di ketiak daun), serta ukuran batang (tinggi atau rendah).
Beberapa kesimpulan penting tentang hasil percobaan Mendel sebagai berikut.
1. Hibrid (hasil persilangan antara dua individu dengan tanda beda) memiliki sifat yang mirip dengan induknya dan setiap hibrid mempunyai sifat yang sama dengan hibrid yang lain dari spesies yang sama.
2. Karakter atau sifat dari keturunan suatu hibrid selalu timbul kembali secara teratur dan inilah yang memberi petunjuk kepada Mendel bahwa tentu ada faktor-faktor tertentu yang mengambil peranan dalam pemindahan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya.
3. Mendel merasa bahwa ‚ÄĚfaktor-faktor keturunan‚ÄĚ itu mengikuti distribusi yang logis, maka suatu hukum atau pola akan dapat diketahui dengan cara mengadakan banyak persilangan dan menghitung bentuk-bentuk yang berbeda, seperti yang tampak dalam keturunan.
1. Terminologi
Untuk mengerti jalannya penelitian Mendel, kamu perlu mempelajari beberapa istilah yang terkait dalam pewarisan sifat .
Istilah-istilah tersebut sebagai berikut.
a. P = singkatan dari kata Parental, yang berarti induk.
b. F = singkatan dari kata Filial, yang berarti keturunan. F1 berarti keturunan pertama, F2 berarti keturunan kedua, dan seterusnya.
c. Fenotipe = karakter (sifat) yang dapat kita amati (bentuk, ukuran, warna, golongan darah, dan sebagainya).
d. Genotipe = susunan genetik suatu individu (tidak dapat diamati).
e. Simbol untuk suatu gen (istilah pengganti untuk ‚Äúfaktor keturunan‚ÄĚ) dikemukakan dengan sebuah huruf yang biasanya merupakan huruf pertama dari suatu sifat. Misalnya R = gen yang menyebabkan warna merah (rubra), sedangkan r = gen yang menyebabkan warna putih (alba). Dalam hal ini merah dominan terhadap putih. Oleh karena itu, diberi simbol dengan huruf besar. Gen yang resesif diberi simbol dengan huruf kecil.
f. Genotipe suatu individu diberi simbol dengan huruf dobel, karena individu itu umumnya diploid. Misalnya: RR = genotipe untuk tanaman berbunga merah, sedangkan rr = genotipe untuk tanaman berbunga putih.
g. Homozigotik = sifat suatu individu yang genotipenya terdiri atas gen-gen yang sama dari tiap jenis gen (misalnya RR, rr, AA, AABB, aabb, dan sebagainya)
Heterozigotik = sifat suatu individu yang genotipenya terdiri atas gen-gen yang berlainan dari tiap jenis gen (misalnya Rr, Aa, AaBb, dan sebagainya).
h. Alel = anggota dari sepasang gen, misalnya: R = gen untuk warna bunga merah dan r = gen untuk warna bunga putih, T = gen untuk tanaman tinggi dan t = gen untuk tanaman rendah. R dan r satu sama lain merupakan alel, tetapi R dan t bukan alel.
2. Persilangan antara Dua Individu dengan Satu Sifat Beda
Persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda disebut persilangan monohibrid. Dominasi dapat terjadi secara penuh atau tidak penuh (kodominan). Masing-masing dominasi ini menghasilkan bentuk keturunan pertama (F1) yang berbeda. Persilangan monohibrid akan menghasilkan individu F1 yang seragam, apabila salah satu induk mempunyai sifat dominan penuh dan induk yang lain bersifat resesif.

Apabila dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama F1, akan menghasilkan keturunan (individu F2) dengan tiga macam genotipe dan dua macam fenotipe.

Sebaliknya, apabila salah satu induknya mempunyai sifat dominan tak penuh (intermediate), maka persilangan individu sesama F1 akan menghasilkan tiga macam genotipe dan tiga macam fenotipe. Contoh persilangan monohibrid dominan penuh terjadi pada persilangan antara kacang ercis berbunga merah dengan kacang ercis berbunga putih. Mendel menyilangkan kacang ercis berbunga merah (MM) dengan kacang ercis berbunga putih (mm) dan dihasilkan individu F1 yang seragam, yaitu satu macam genotipe (Mm) dan satu macam fenotipe (berbunga merah). Pada waktu F2, dihasilkan tiga macam genotipe dengan perbandingan 25% MM: 50% Mm : 25% Mm atau 1 : 2 : 1 dan dua macam fenotipe dengan perbandingan 75% berbunga merah : 25% berbunga putih atau merah : putih = 3 : 1. Pada individu F2 ini, yang berfenotipe merah dapat dibedakan
menjadi dua kelompok, yaitu 2/3 bergenotipe heterozigot (Mm) dan 1/3 homozigot dominan (MM).
Persilangan antara kacang ercis berbunga merah dominan dengan kacang ercis berwarna putih resesif dapat dibuat bagan sebagai berikut.
Monohibrid dominan penuh
Contoh Persilangan Monohibrid
Contoh persilangan monohibrid dominan tak penuh adalah persilangan antara tanaman bunga pukul empat berbunga merah dengan tanaman bunga pukul empat berbunga putih. Mendel menyilangkan tanaman bunga pukul empat berbunga merah (MM) dengan putih (mm) menghasilkan individu F1 yang seragam, yaitu satu macam genotipe (Mm) dan satu macam fenotipe (berbunga merah muda). Pada individu F2 dihasilkan tiga macam genotipe dengan perbandingan 25% MM : 50% Mm : 25% mm atau 1 : 2 : 1 dan 3 macam fenotipe dengan perbandingan 25% berbunga merah : 50% berbunga merah muda : 25% berbunga putih atau merah :
merah muda : putih = 1 : 2 : 1. Pada individu F2 ini yang berfenotipe merah dan putih selalu homozigot, yaitu MM dan mm. Persilangan antara tanaman bunga pukul empat berbunga merah dominan dengan bunga pukal empat berbunga putih resesif dapat dibuat bagan sebagai berikut.
Monohibrid dominan tidak penuh
Rasio fenotipe dan genotipe
Jika kita perhatikan kedua contoh persilangan di atas, pada saat pembentukan gamet terjadi pemisahan gen-gen yang sealel, sehingga setiap gamet hanya menerima sebuah gen saja. Misalnya pada tanaman yang bergenotipe Mm, pada saat pembentukan gamet, gen M memisahkan diri dengan gen m, sehingga gamet yang
terbentuk memiliki gen M atau gen m saja. Prinsip ini dirumuskan sebagai Hukum Mendel I (Hukum Pemisahan Gen yang Sealel) yang menyatakan bahwa ‚ÄúSelama meiosis, terjadi pemisahan pasangan gen secara bebas sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya.‚ÄĚ
3. Persilangan antara Dua Individu dengan Dua Sifat Beda
Persilangan antara dua individu dengan dua sifat beda disebut juga persilangan dihibrid. Pada persilangan tersebut Mendel menyilangkan tanaman ercis dengan biji yang mempunyai dua sifat beda, yaitu bentuk dan warna biji. Kedua sifat beda tersebut ditentukan oleh gen-gen sebagai berikut.
B = gen yang menentukan biji bulat.
b = gen yang menentukan biji keriput.
K = gen yang menentukan biji berwarna kuning.
k = gen yang menentukan biji berwarna hijau.
Jika tanaman kapri yang berbiji bulat kuning (BBKK) disilangkan dengan kapri yang berbiji keriput hijau (bbkk), semua tanaman F1 berbiji bulat kuning. Jika tanaman F1 dibiarkan mengadakan penyerbukan sendiri, F2 memperlihatkan 16 kombinasi yang terdiri atas empat macam fenotipe, yaitu tanaman berbiji bulat kuning, bulat hijau, keriput kuning, dan keriput hijau. Dalam percobaan ini Mendel mendapatkan 315 tananman berbiji bulat kuning, 100 tanaman berbiji bulat hijau, 101 tanaman berbiji keriput kuning, dan 32 tanaman keriput hijau. Angka-angka tersebut menujukkan suatu perbandingan fenotipe yang mendekati 9 : 3 : 3 : 1.
Pada saat pembentukan gamet (pembelahan meiosis) anggota dari sepasang gen memisah secara bebas (tidak saling memengaruhi). Oleh karena itu, pada persilangan dihibrid tersebut terjadi empat macam pengelompokan dari dua pasang gen, yaitu:
a. gen B mengelompok dengan gen K, terdapat dalam gamet BK;
b. gen B mengelompok dengan gen k, terdapat dalam gamet Bk;
c. gen b mengelompok dengan gen K, terdapat dalam gamet bK;
d. gen b mengelompok dengan gen k, terdapat dalam gamet bk;
Prinsip tersebut di atas dirumuskan sebagai Hukum Mendel II (Hukum Pengelompokkan Gen secara Bebas) yang menyatakan bahwa:
a. setiap gen dapat berpasangan secara bebas dengan gen lain membentuk alela,
b. keturunan pertama menunjukkan sifat fenotipe dominan,
c. keturunan kedua menunjukkan fenotipe dominan dan resesif dengan perbandingan tertentu, misalnya pada
persilangan monohibrid 3 : 1 dan pada persilangan dihibrid 9 : 3 : 3 : 1.
Untuk memperjelas pemahamanmu tentang persilangan dihibrid, perhatikan bagan persilangan antara kapri (ercis) biji bulat warna kuning dengan kapri biji keriput warna hijau yang menghasilkan F1 berupa kapri berbiji bulat warna kuning.
Contoh Pesilangan Dihibrid
Perbandingan genotipe F2
= BBKK : BBKk : BkKK : BbKk : BBkk : Bbkk : bbKK : bbKk : bbkk
= 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1
Perbandingan fenotipe F2
= bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau
= 9 : 3 : 3 :1
4. Beberapa Rumus untuk Memprediksi Mengenai Keturunan
Dari berbagai contoh persilangan di atas dapat disusun rumus-rumus untuk memprediksi beberapa hal yang ada hubungannya dengan keturunan, seperti banyaknya macam gamet yang dibentuk oleh suatu individu, jumlah kombinasi F2, banyaknya macam genotipe F2, dan banyaknya macam fenotipe F2. Perhatikan Tabel 5.2 berikut.
tabel rumus persilangan
5. Manfaat Ilmu pewarisan sifat
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini, teknologi banyak dimanfaatkan agar kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah dan nyaman. Ilmu pewarisan sifat atau dalam biologi dinamakan Genetika,  dimanfaatkan khususnya dalam usaha untuk mengembangbiakkan hewan atau tumbuhan yang memiliki sifat-sifat unggul.
Sifat unggul hewan atau tumbuhan bisa diperoleh dengan jalan persilangan diantara hewan atau tumbuhan yang ingin kita dapatkan bibit unggulnya. Misalnya di bidang pertanian, para ilmuwan berhasil menyilangkan berbagai jenis padi sehingga akhirnya ditemukan bibit padi yang memiliki sifat unggul berdaya hasil tinggi, umur pendek, dan rasanya enak. Ditemukan pula bibit kelapa hibrida dan jagung hibrida yang berdaya hasil tinggi. Di bidang peternakan, melalui persilangan dapat ditemukan bibit hewan ternak seperti ayam, sapi, dan kuda. Di bidang kedokteran, dapat ditemukan cara untuk mencegah agar keturunan seseorang tidak memiliki penyakit atau cacat bawaan.
Teknik yang biasa dipakai untuk menghasilkan hal-hal seperti di atas adalah rekayasa genetika. Rekayasa genetika adalah suatu teknik untuk mengubah gen makhluk hidup agar makhluk hidup tersebut memiliki sifat unggul. Dengan rekayasa genetika bisa juga untuk menghilangkan sifat jelek pada induk sehingga tidak diturunkan kepada keturunannya.

Manusia mengunakan organ indera untuk mengetahui keadaan sekitarnya. Indera merupakan organ yang peka terhadap rangsang tertentu. Manusia memiliki lima organ indera, yaitu hidung, lidah, kulit, telinga, dan mata.
HIDUNG
Hidung merupakan indera penciuman yang menerima rangsang zat dari molekul-molekul gas. Saraf penciuman terdiri atas bulbus olfaktorius dan traktus olfaktorius. Sel-sel penerima (reseptor) bau dan sel-sel penyokongnya terdapat pada bulbus olfaktorius yang tertanam seperti akar di bagian dalam atas rongga hidung.

Gambar Hidung

Molekul-molekul gas yang kita hirup akan dideteksi oleh sel-sel reseptor bau dan akan diteruskan ke bulbus olfaktorius dan traktus olfaktorius untuk kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai bau.

LIDAH
Lidah merupakan indera pengecap yang menerima rangsang dari molekul-molekul makanan. Selain berfungsi sebagai indera pengecap, lidah juga membantu dalam berbicara, menelan serta mengatur letak makanan di dalam mulut. Lidah terdiri dari otot yang cukup tebal  dengan sel-sel reseptor rasa di celah-celah papila. Papila merupakan tonjolan kecil di permukaan lidah.

Gambar Lidah

Terdapat empat daerah pada lidah yang dapat mendeteksi rasa. Lidah bagian depan mendeteksi rasa manis, bagian sisi depan untuk rasa asin, bagian sisi belakang untuk rasa asam, dan bagian belakang untuk rasa pahit. Bagian tengah lidah merupakan daerah netral karena tidak terdapat sel-sel reseptor. Rasa pedas merupakan kombinasi diantaranya.

KULIT
Kulit merupakan indera peraba.  Fungi lain kulit adalah sebagai alat ekskresi, penghalang yang kedap air, dan pelindung tubuh dari kerusakan fisik serta infeksi.
Terdapat dua lapisan pada kulit,yaitu epidermis (kulit ari) dan dermis (kulit jangat).  Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit. Bagian terluar epidermis terdiri atas lapisan tanduk. Lapisan ini merupakan bagian yang mudah mati sehingga mudah mengelupas. Lapisan ini selalu diganti oleh lapisan sel hidup (lapisan malpighi). Di dalam lapisan malpighi terdapat pigmen kulit(melanin).

Gambar Penampang Kulit

Lapisan dermis merupakan lapisan yang mengandung sel-sel reseptor, kelenjar keringat, kelenjar minyak(sebum), pembuluh darah, reseptor sensori, serta folikel rambut.
Reseptor tekanan (badan Paccini) berada di lapisan dalam dermis. Selain reseptor tekanan, terdapat pula reseptor rangsang mekanik (mekanoreseptor) yang disebut badan Ruffini, reseptor rabaan (merkel), dan ujung saraf bebas untuk mendeteksi rasa sakit dan suhu (panas atau dingin).

Gambar Ujung Sel saraf

Kelenjar keringat akan membantu dalam mengatur suhu tubuh, sedangkan kelenjar minyak akan meminyaki rambut dan permukaan kulit, sehingga kulit akan terjaga dari pengaruh suhu yang tinggi atau kekeringan
Pada rambut terdapat pigmen yang memberikan warna rambut.

TELINGA
Telinga merupakan indera pendengaran dan keseimbangan. Berdasarkan tempatnya, telinga memiliki tiga bagian utama, yaitu telinga luar, tengah, dan dalam.

Gambar Penampang Telinga
Gambar Telingan Bagian Dalam

Telinga bagian luar terdiri atas:
a. daun telinga (pinna aurikularis)
b. lubang telinga
c. saluran telinga luar

Telinga bagian tengah terdiri atas:
a. gendang telinga (membran timpani)
Gendang telinga berfungsi meneruskan getaran yang ditangkap telinga luar kepada tiga tulang telinga tengah.

b.rongga telinga tengah
Rongga telinga tengah berisi udara dan terdapat tiga macam tulang, antara lain: tulang martil (malleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes)

c. saluran Eustachius.
Saluran Eustachius menghubungkan rongga telinga tengah dengan rongga mulut. Saluran ini berfungsi menjaga tekanan udara di dalam telinga sama dengan tekanan di luar telinga (batasnya adalah membran timpani).

Telinga bagian dalam terdiri atas:
a. koklea atau rumah siput yang berbentuk spiral
b. tiga saluran setengah lingkaran (semi sirkular)
Udara yang bergetar diterima telinga luar dan diteruskan melalui telinga tengah ke telinga dalam.  Rangsangan yang diterima telinga dalam akan menyebabkan perubahan pada aliran cairan di dalam kanal-kanal semisirkuler. Perubahan aliran tersebut akan dideteksi oleh sel-sel rambut yang berisi saraf untuk diteruskan ke otak dan diolah sehingga kita dapat mendengar suara.

Telinga bagian dalam juga berfungsi menjaga keseimbagan tubuh ketika bergerak.  Jika kita melangkah, terjadi perubahan aliran cairan dalam kanal semisirkuler yang merespon sel saraf dan meneruskannya ke otak untuk diterjemahkan sebagai pergerakan tubuh.

Manusia pada umumnya hanya dapat mendengar bunyi pada frekuensi 20-20.000 Hertz.

Pendengaran manusia dapat mengalami gangguan karena pecahnya gendang telinga (membran timpani), rusaknya organ telinga dalam, infeksi, serta adanya kotoran yang menumpuk di dalam telinga.

MATA

Mata merupakan indera penglihatan yang peka terhadap rangsang cahaya. Mata terletak di dalam rongga mata. Bagian-bagian mata antara lain:

Gambar Penampang Bola Mata

A. Bola mata / badan vitreus / vitreus humor

Merupakan organ yang berbentuk agak bulat dan terdiri atas tiga macam selaput.

1. Sklera

Sklera merupakan lapisan terluar dari mata.   Sklera berwarna putih dan di bagian depan (anterior), lapisan ini membentuk kornea yang bening (transparan).

2. Koroid

Koroid atau lapisan tengah. Selaput ini banyak mengandung banyak pembuluh darah.

3. Retina.
Retina atau selaput jala merupakan lapisan dalam mata. Rangsang cahaya akan difokuskan pada lapisan ini. Lapisan ini mengandung fotoreseptor berupa sel-sel  berbentuk kerucut dan batang. Sel kerucut peka terhadap terang dan dapat membedakan bentuk dan warna. Sel batang peka pada keadaan suram dan tidak dapat membedakan warna. Pada retina juga terdapat bintik kuning (fovea) dan bintik buta. Fovea merupakan bagian paling peka terhadap rangsang cahaya. Untuk melihat sesuatu dengan jelas, bayangan harus jatuh di titik ini.  Bintik buta merupakan tempat keluarnya saraf mata dan tidak menerima rangsang.

Bola mata terisi oleh cairan humor untuk mempertahankan bentuk bola mata. Terdapat dua tempat cairan humor, aquous humor dan vitreus humor. Aquous humor terdapat diantara kornea dan lensa mata, sedangkan vitreous humor terdapat diantara lensa mata dan retina.

B. Kornea
Kornea merupakan lapisan bening di bagian depan (anterior). Kornea selau basah oleh air mata dan bentuknya lebih cembung daripada bola mata itu sendiri. Kornea memiliki selaput pelindung yang disebut konjungtiva. Konjungtiva berguna untuk menjaga kelembapan mata.

Bagian-bagian Mata

C. Ruang depan (anterior chamber)

Ruang depan yaitu ruangan diantara kornea dengan lensa mata. Ruang depan berisi aquous humor.

D. Iris atau selaput pelangi
Iris merupakan bagian berwarna yang berada di belakang ruang depan. Selaput pelangi memiliki zat warna pada mata manusia, antara lain: hitam, cokelat, biru, hijau, dan kelabu.

E. Pupil.
Pupil terletak di bagian tengah mata.  Pupil berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam mata. Besar kecilnya pupil diatur oleh iris.

F. Lensa mata. 
Lensa mata bila berkontraksi dapat menjadi lebih cekung (menipis) jika melihat benda jauh dan akan berelaksasi menjadi lebih cembung (menebal) jika melihat benda dekat. Kemampuan mata untuk mencekung dan mencembung disebut daya akomodasi.

Salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak atau dapat memiliki keturunan.  Untuk berkembang biak, manusia memiliki sistem reproduksi dalam tubuhnya.

Fungsi sistem reproduksi manusia adalah:
1. Untuk menghasilkan sel telur (ovum) dan sperma serta menyediakan salurannya.
2. Sebagai tempat embrio atau bayi berkembang
3. Untuk memproduksi hormon reproduksi

Sistem reproduksi manusia terdiri atas organ primer (testis dan ovarium) dan organ sekunder/aksesoris (kelenjar dan salurannya).

1. SISTEM REPRODUKSI WANITA
Organ-organ dari sistem reproduksi wanita antara lain: ovarium, fimbriae, tuba fallopi, uterus, seviks,dan vagina.

Ovarium merupakan tempat dihasilkannya sel telur. Proses pembentukan sel telur (n) dari oogonium (2n) disebut oogenesis.  Setiap sel telur memiliki  Wanita memiliki dua ovarium, kanan dan kiri. Ovarium merupakan organ yang berbentuk oval dengan panjang sekitar 3,5 cm, lebar 2 cm, dan tebal 1 cm.

Sistem Reproduksi Wanita

Sel telur pada wanita umumnya berjumlah 400.000 namun dikeluarkan satu per satu bergantian dari masing-masing ovarium selama masa produktif.  Umumnya setelah memasuki masa puber, dengan adanya stimulasi dari hormon FSH, satu telur akan dikeluarkan untuk setiap siklus. Proses pengeluaran sel telur dari ovarium disebut ovulasi.  Ovulasi distimulasi oleh adanya hormon LH yang kemudian akan menstimulasi terbentuknya korpus luteum yang akan mensekresikan progesteron untuk mempersiapkan uterus jika terjadi implantasi.  Jika tidak terjadi fertilisasi maka tidak terjadi implantasi, sehingga korpus luteum akan berhenti memproduksi progesteron dan dinding uterus akan luruh. Peristiwa luruhnya dinding uterus dan sel telur yang tidak dibuahi disebut menstruasi

Sel telur yang dikeluarkan oleh ovarium akan dilepaskan ke saluran fallopi/oviduk.  Silia pada oviduk akan menggerakkan sel telur menuju ke uterus.  Jika sel sperma sampai ke oviduk maka sel sperma dapat membuahi sel telur.  Pembuahan yang terjadi akan menyebabkan terjadi perkembangan embrio sampai ke uterus.

Ketika embrio sampai ke uterus, progesteron yang disekresikan oleh korpus luteum telah menstimulasi menebalnya dinding rahim (endometrium) sehingga embrio akan tertanam di dinding yang kaya nutrisi ini.

Uterus memiliki dinding yang tebal dan berotot, panjang uterus hanya 7 cm dan lebar 4-5 cm, namun dapat membesar dan mampu menahan bayi sampai 4 kg.  Dasar uterus disebut seviks.  Servik mensekresikan mukus yang jumlahnya tergantung pada tahapan menstruasi.  Pada masa ovulasi, mukus serviks bening, berair, dan kondusif untuk sperma, setelah ovulasi, mukus akan menebal dan memblok sperma yang masuk.

Vagina merupakan tempat masuknya penis saat kopulasi dan juga berfungsi sebagai saluran saat melahirkan.  Tidak seperti pria, wanita memiliki saluran urin yang terpisah dengan saluran reproduksi.  Pada bagian luar vagina terdapat dua lipatan kulit, yaitu labia minor yang berada disebelah dalam dan labia mayor yang berada di sebelah luar.

Di bagian bukaan vagina juga terdapat selaput dara (hymen) yang menutupi vagian sebagian.  Selaput ini dapat robek ketika pertama kali bersetubuh/kopulasi.

Di bagian depan (anterior) labia terdapat klitoris (bagian yang serupa penis pada pria). Seperti kepala penis, bagian ini juga sensitif terhadap rangsangan)

2. SISTEM REPRODUKSI PRIA

Organ-organ sistem reproduksi pria antara lain:
skrotum, testis, epididimis, vasdeferens, duktus ejakulatorius, vesika seminalis, kelenjar prostat, kelenjar Cowper’s,uretra dan penis.

Sistem Reproduksi Pria

Sel kelamin jantan atau sperma, dihasilkan pada organ testis yang berada di dalam skrotum.  Testis memiliki struktur oval dengan panjang kira-kira 5 cm dan berdiameter 3 cm.

Sperma yang dihasilkan di testis kemudian disalurkan melalui epididimis.  Epididimis merupakan saluran berbentuk melingkar dan berfungsi sebagai tempat pematangan sperma.  Ketika mengalami ejakulasi (keluarnya sperma dari salurannya), sperma terdorong ke saluran vasdeferens.  Jika seorang pria dikebiri (vasektomi), saluran inilah yang akan di dipotong sehingga sperma dari testis tidak dapat keluar atau matang.

Setelah melalui vasdeferens, sperma yang telah matang akan disalurkan ke duktus ejakulatorius untuk kemudian ditambahkan cairan yang berasal dari vesikula seminalis.  Cairan tersebut terdiri atas mukus, asam amino, fruktosa, dan prostaglandin sehingga menghasilkan 60% dari total cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi.

Setelah ditambahkan cairan dari vesikula seminalis, kelenjar prostat juga akan menambahkan sekresinya berupa cairan penyangga (buffer) sehingga sperma bersifat basa.

Akhirnya sebelum semen keluar dari uretra, kelenjar Cowper’s (kelenjar bulbouretral) akan mensekresikan cairan dalam jumlah kecil yang berfungsi sebagai pelumas. ¬†Semen keluar melalui uretra yang berada di dalam penis.

Penis memiliki tiga silinder spons sebagai jaringan erektil.  Ketika penis dalam kondisi ereksi, jaringan spons ini akan terisi oleh darah dari arteri yang dengan adanya tekanan akan mengunci pembuluh darah.

Bagian dari penis yang paling sensitif terhadap rangsangan adalah kepala penis (gland penis).

Sistem reproduksi pria diatur oleh tiga hormon, yaitu: Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang merangsang proses spermatogenesis; Luteinizing Hormone (LH) yang merangsang produksi testosteron, serta hormon testosteron itu sendiri yang menstimulasi perkembangan karakter seks sekunder dan spermatogenesis.

Volume semen dalam satu kali ejakulasi dapat bervariasi antara 1,5 sampai 6 ml.  Jumlah sperma didalamnya dapat berkisar 50-150 juta sel per mililiter semen.

Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses terbentuknya sperma (n) dari spermatogonium (2n).

Sistem imun merupakan suatu sistem pertahanan atau kekebalan tubuh terhadap berbagai organisme merugikan yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh manusia akan menyerang organisme merugikan seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit yang masuk ke dalam organ tubuh.  Selain itu, sistem kekebalan juga akan menyerang sel-sel kanker atau sel-sel abnormal yang berkembang di dalam tubuh. Sistem imun terdiri atas: sel-sel darah putih, sumsum tulang, limpa, timus, hati, kelenjar getah bening, dan pertahanan tubuh lainnya (seperti air mata, air liur, kulit, asam lambung, serta mukosa pada organ pernafasan).

Sel darah putih (leukosit) merupakan sel yang berfungsi untuk menghancurkan organisme berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Leukosit bersifat amuboid (dapat berubah bentuk), fagositosis (memakan), serta dapat keluar masuk jaringan.  Leukosit terbagi menjadi granulosit (mengandung butir-butir pada sitoplasma) dan agranulosit (tidak mengandung butir-butir pada sitoplasma).  Granulosit terdiri dari neutrofil, basofil, dan eusinofil.  Agranulosit terdiri atas monosit dan limfosit.
Beberapa contoh sel darah putih antara lain:

Macam-macam sel darah putih

1. Sel-T.
T berasal dari kata tymus. Sel-T termasuk dalam limfosit. Sel-T diproduksi oleh sel stem dalam sumsum tulang dan mengalami pematangan di timus.  Sel-T berperan dalam imunitas seluler, yaitu pembentukan sel-sel kekebalan dalam jumlah besar untuk menghancurkan organisme berbahaya.

Sel - T

2. Sel-B.
B berasal dari kata bone marrow. Sel-B juga termasuk dalam limfosit. Sel-B diproduksi oleh sel stem dalam sumsum tulang.  Sel-B berperan dalam imunitas humoral, yaitu dengan mengeluarkan antibodi.  Sel-B yang matang ketika mendeteksi adanya organisme yang berbahaya bagi tubuh akan berubah menjadi sel plasma untuk mengeluarkan antibodi.  Antibodi merupakan molekul kompleks yang berperan sebagai penanda organisme asing untuk segera dibasmi oleh sel-sel kekebalan.

Sel - B

3. Monosit.
Monosit merupakan sel darah putih yang dapat berkembang menjadi makrofag sehingga dapat memakan antigen (organisme/benda yang dapat memacu terbentuknya antibodi).  Makrofag dapat bergerak bebas dan sebagian lagi terkumpul dalam limpa, kelenjar getah bening, sumsum tulang belakang, paru-paru dan hati.

4. Neutrofil.
Selnya memiliki inti lebih dari dua granul (butir).  Neutrofil dapat mendeteksi antigen yang ada di dalam tubuh.

5. Eosinofil.
Selnya memiliki inti berjumlah dua granul. Eosinofil juga berperan dalam menghancurkan parasit penginfeksi tubuh

6. Basofil.
Selnya memiliki granul yang bervariasi.  Basofil berperan membawa zat kimia seperti histamin dalam gejala alergi dan penarikan sel sel kekebalan ke daerah reaksi alergi.

Sumsum tulang, limpa, timus, hati, kelenjar getah bening berfungsi membersihkan darah dan jaringan dari organisme berbahaya dan menyediakan lokasi dimana sel-sel kekebalan tubuh dapat diaktifkan

Pertahanan lain seperti air mata, air liur, mukosa pada organ pernafasan, dan asam lambung memiliki zat antibiotik untuk membunuh organisme berbahaya.  Kulit dapat mengeluarkan zat antibakteri untuk melindungi tubuh dari organisme asing yang menempel pada tubuh.

Alergi
Alergi merupakan suatu reaksi berlebih dari sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap zat asing yang tidak berbahaya seperti debu, bulu binatang, tepung sari, makanan, obat-obat tertentu, dan sebagainya. Zat asing penyebab alergi disebut alergen. Reaksi alergi dapat bermacam-macam mulai dari gatal-gatal, pembengkakan, pilek, dan penyempitan saluran pernafasan

Imunisasi 
Imunisasi merupakan pengebalan tubuh terhadap racun atau organisme penyebab penyakit.  Salah satu bentuk imunisasi adalah pemberian vaksin.  Vaksin adalah virus atau bakteri yang telah mati atau masih hidup namun telah dilemahkan.  Tujuan pemberian vaksin yaitu supaya tubuh membentuk kekebalan terhadap virus atau bakteri penyebab penyakit tanpa menyebabkan terjangkitnya penyakit itu terlebih dahulu.

Sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk dalam menjaga tubuh kita dari serangan penyakit.  Untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap dalam kondisi baik, kita perlu menerapkan gaya hidup sehat, berolah raga dengan teratur dan menyantap makanan yang bergizi, serta minum multivitamin jika perlu.

Contoh Bioteknologi Modern beserta Pengertian  Bioteknologi Modern

Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, para ilmuwan juga telah mengembangkan teknologi diberbagai bidang, salah satunya dibidang biologi yaitu ilmu bioteknologi. Bioteknologi adalah salah satu cabang ilmu yang khusus mempelajari pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri atau fungi, dan juga produk yang berasal dari makhluk hidup misalnya enzim.

Bioteknologi sendiri terbagi menjadi dua macam yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern, namun disini kita hanya akan membahas salah satunya yaitu contoh bioteknologi modern.

Penerapan bioteknologi modern dapat kita lihat diberbagai bidang, salah satu contoh bioteknologi modern yaitu dalam proses rekayasa genetika.

Rekayasa Genetika

Pengertian rekayasa genetika: 

Yang dimaksud rekayasa genetika adalah sebuah manipulasi gen makhluk hidup agar didapatkan sifat makhluk hidup baru sesuai dengan keinginan. Rekayasa genetika dikenal juga dengan sebutan rekombinasi DNA atau pencangkokan gen.

Karena struktur DNA dari tiap makhluk hidup adalah sama, maka dalam rekayasa genetika dilakukan penggabungan DNA untuk menggabungkan sifat makhluk hidup. DNA sel dapat di ubah melalui banyak cara misalnya melalui transplantasi inti, fusi sel, teknologi plasmid, dan rekombinas

puputnuryadi

A great WordPress.com site

dikihandsome

A great WordPress.com site