Category: inspirasi


kali ini aku mengisi Blog ini tentang kepemimpinan, rasanya kita sudah sering mendengar kepemimpinan dan pemimpin, baik yang sudah berkantor maupun masih status pelajar mahasiswa. dalam dunia mahasiswa sendiri saja kita berlomba lomba mencari jati diri dengan memimpin teman sebaya kita, baik yang giat ikut kepanitian acara kampus sendiri NAH maupun yang gemar gemar nya sebagai aktivis KAMPUS 😉 yaah tak ada bosannya namanya memimpin.

Sebenarnya memimpin itu ada nilai positif nya yaitu

SIJI,  bisa meminit waktu kita antara agenda yang satu dg yang lainnya

LORO, iku bisa membuat kita makin tau variasi cara memimpin lebih baik lagi

KETELU, bisa makin kuat tekan, tekanan disini pada dasarnya kita itu masih MAHASISWA sedangkan kita punya tanggung jawab lain yaitu belajar memimpin.

dan masih banyak lagi manfaat menurut saya 😀

KIRA KIRA Siapa yang tahu perbedaan kemimpinan dengan pemimpin sobat????? :/ :O

ada banyak tokoh yang mengatakan diantaranya

pemimpin menurut Suradinata (1997:11) adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi fikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut Winardi (1990:32) bahwa pemimpin terdiri dari pemimpin formal (formal leader) dan pemimpin informal (informal leader). Pemimpin formal adalah seorang (pria atau wanita) yang oleh organisasi tertentu (swasta atau pemerintah) ditunjuk (berdasarkan surat-surat pengangkatan dari organisasi yang bersangkutan) untuk memangku sesuatu jabatan dalam struktur organisasi yang ada dengan segala hak dan kewajiban yang berkaitan dengannya untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi tersebut yang ditetapkan sejak semula) Itu masih pengertian pemimpin, nah sebentar lagi pengertian tentang kemimpinan.

kepemimpinan sendiri adalah merupakan suatu kemampuan yang melekat pada diri seorang yang memimpin yang tergantung dari macam-macam faktor, baik faktor intern maupun faktor ekstern.

Siagian (1986:12) berpendapat bahwa kepemimpinan adalah keterampilan dan kemampuan seseorang mempengaruhi perilaku orang lain, baik yang kedudukannya lebih tinggi maupun lebih lebih rendah daripada nya dalam berfikir dan bertindak agar perilaku yang semula mungkin individualistik dan egosentrik berubah menjadi perilaku organisasional.

kita berada dalam lingkaran islam, kemimpinan dalam islam menurut alquran dan hadist

“bahwasanya kemimpinan dan pemimpin itu mutlak setiap makhluk hidup itu bakal jadi pemimpin, baik pemimpin rumah tangga maupun pemimpin jabatan saat dikantor”

saya sedikit bercerita, kalau kepemimpinan dan pemimpin itu persoalan keseharian dalam kehidupan masyarakat,berorganisasi, usaha, bangsa dan negara  mengapa bisa begitu ? setiap orang ingin memimpin namun apakah setelah jadi pemimpin, orang tersebut mempergunakan jabatan nya sesuai dengan semestinya (aturan yang ada, sesuai ajaran islam atau malah tidak membuat perubahan dikalangan masyarakat?) maka menjadi persoalan HEBAT dikalangan masyarakat (padahal ini masih didunia, belum lagi di akhirat menjadi tanggung jawab dihadapan ALLAH SWT) maka muncullah toeri tentang kepemimpinan dan pemimpin bermunculan dan kian berkembang.

Teori dalam Kepemimpinan

Tiga teori yang menjelaskan munculnya pemimpin adalah sebagai berikut (Kartono, 1998:29) :

  1. Teori Genetis menyatakan sebagai berikut : 1) Pemimpin itu tidak dibuat, akan tetapi lahir jadi pemimpin oleh bakatbakat alami yang luar biasa sejak lahirnya. 2) Dia ditakdirkan lahir menjadi pemimpin dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga, yang khusus. 3) Secara filsafat, teori tersebut menganut pandangan deterministis.
  2. Teori Sosial (lawan Teori Genetis) menyatakan sebagai berikut : 1) Pemimpin itu harus disiapkan, dididik, dan dibentuk, tidak terlahirkan begitu saja. 2) Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
  3. Teori Ekologis atau Sintetis (muncul sebagai reaksi dari kedua teori tersebut lebih dahulu), menyatakan sebagai berikut : Seseorang akan sukses menjadi pemimpin bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, dan bakat-bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman dan usaha pendidikan; juga sesuai dengan tuntutan lingkungan/ekologisnya.

kita Islam sebagai rahmatan lilalamin (rahmat bagi seluruh manusia, telah meletakkan persoalan pemimpin dan kepemimpinan sebagai salah satu persoalan pokok dalam ajarannya. beberapa pedoman atau panduan telah digariskan untuk melahirkan kepemimpinan yang diridoi Allah SWT, yang membawa kemaslahatan, menyelamatkan manusia didunia dan akhirat kelak pastinya. sejarah islam telah membuktikan pentingnya masalah terletak pada kepemimpinan ini setelah wafatnya Rasul. Para Sahabat telah memberi penekanan dan keutamaan dalam melantik pengganti beliau dalam memimpin Islam. umat islam tidak seharusnya dibiarkan tanpa pemimpin. kata Sayyidina umar R.A “Tiada islam tanpa jamaah, tiada jamaah tanpa kemimpinan dan tiada kepemimpinan tanpa taat” NAUDZUBILLAH semoga tidak seperti itu kita semua.

sangat penting bahwa pemimpin dan kepemipinan dipahami dan dihayati oleh umat islam dinegeri yang mayoritas warganya beragama islam meskipun indonesia bukanlah negara islam. Allah SWT telah memberi tahu kepada manusia, tentang arti pentinya kemimpinan dalam islam, sebagaimana dalam alquran kita menemukan banyak ayat yang berkaitan dengan kepemimpinan dan pemimpinan.

setelah manusia memperoleh apa yang diinginkan yaitu pemimpin

tugas sebagai pemimpin prinsipnya islam itu pemimpin itu khalifahtullah, yang diberi tugas untuk senantiasa mengabdi dan apa yang dilakukan itu dikaitan dengan ibadah kepada Allah SWT

“kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberikan petunjuk dengan perintah kami dan telah kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah.” (Al-Anbiya’:73)

dalam memilih pemimpin, kita harus berteguh pada intergritas keislaman kita

dalam memilih pemimpin tentu faktor penting. baik berorganisasi, bermasyarakat, bernegara, sampai usahapun. jika pemimpin itu jujur, baik, cerdas, dan amanah niscaya yang memilihnya (bisa dibilang rakyat, sahabatnya) akan merasakan makmur, damai, sebaliknya jika pemimpinannya tidak jujur, korup, pokok keluar dari ajaran islam apapun kegiatan yang dilakukan pemimpinnya itu tidak membuat rakyat, sahabatnya akan sengsara bahkan BISA mendapatkan adzab daari Allah SWT. karena itu Islam memberikan pedoman dalam memilih pemimpin yang baik. Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan ummat islam untuk memilih pemimpin yang berintegritas baik, dan beriman kepada Allah SWT maka kemimpinannya akan nyaman memegang amanah dan rakyatnya makmur

akibat yang ditimbulkan dari kepimpinan

bagi pemimpin yang tidak sesuai ajaran islam maka Allah SWT akan Murka terhadap pemimpinnya dan rakyaat mendapat adzab amat pedih

seperti dalam Q.S Ali’ Imron :149-150 “Hai orang-orang beriman, jika kamu MENTAATI orang orang yang KAFIR itu, Niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (kepada Kekafiran) lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi. tetapi (ikutilah Allah), Allah-lah pelindungmu, dan Dialah sebaik-baiknya penolong.”

 

SEKIAN apa yang saya tulis, semoga bisa memberikan refrensi baru buat pembaca blog ini ^_^

Iklan

Heello kawan, pembaca blog…  PERNAHKAH KALIAN DIZALIMI? REAKSI APA YANG KALIAN LAKUKAN? APA KALIAN MASIH MENYIMPAN DENDAM? APA SEKETIKA MENYEBUT ALLAH, BERDOA (MENDOAKAN YANG MENDZOLIMI KALIAN)  ? LALU, BILA PERNAH DENDAM APA YANG KALIAN DAPATKAN? di dalam alquran jelas diterangkan, orang yang pendendam perbuatan yang sia sia serta perbuatan dzolim itu perbuatan celaka..

beberapa kalimat petanyaan saya tulisan diatas, jawabannya orang muslim dan logis pasti

TIDAK ADA! Sama sekali tidak ada!!! Di sini Anda gagal memanfaatkan peluang tuk meraih sukses dengan kesabaran. Bisa jadi suatu sukses besar yang tak disangka-sangka. Dengan kesabaran. Dengan jiwa besar. Tapi kebanyakan terdorong tuk segera membalas, untuk saling menyakiti yg berbuntut permusuhan. Seperti anak kecil tanpa kesabaran. Anda akan bersikeras, “Apanya yg salah? itu kan hak saya.”

Betul kawan, itu hak Anda untuk membalas. Tapi bukan topik pembalasan dan hak membalas dan menghukum yg sedang kita diskusikan di sini kawan. Saya ajak Anda semua bicara tentang salah satu kunci sukses melalui pintu-pintu kesabaran, jiwa besar, memaafkan. Pengalaman hidup saya pribadi banyak kisah-kisah sukses dg mengembangkan sikap sabar ketika dikerjain, dizalimi, dikhianati, dll. Saya belajar dari orang-orang besar yg semuanya punya jiwa besar. Semuanya punya kesabaran yg sangat besar.

Allah SWT telah mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al Zaljalah : 7-8  “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar  dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga“.

Allah SWT tidak suka terhadap perbuatan zalim, perhatikan firman-Nya berikut ini : “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS Ali Imran [3] : 57).

MAU Nyingkirin Orang Tersingkir Sendiri. Suatu saat saya berkali-kali dikerjain oleh salah satu Direktur Keuangan di kantor yg sengaja bikin saya tidak betah agar undur diri. Dia selalu melengos kalo melihat saya. Saya resah tapi tidak peduli. Tetap bekerja dg sebaik-baiknya, menyapanya dg sopan seolah tidak ada masalah. Saya yakin ulahnya itu akan mendorongnya tuk melakukan kesalahan lebih besar.  Kesalahan yg fatal. Dan terbukti.

Setelah Satu tahun kenyang ngerjain saya tiba-tiba dia tersandung kasus. Kebetulan saya  ditugasi big boss tuk mengusut. Habislah karir dia karena hasil pengusutan saya tak bisa dia pungkiri. Dia yg tadinya anak emas big boss disingkirkan secara kurang terhormat. Saya dapat promosi jabatan, Justru setelah dikerjain supaya tersingkir. Sejak itu dia berusaha baikan dg saya padahal saya tetap spt kemarin-kemarin: selalu menyapa dan beri hormat sepantasnya seolah kami tak pernah ada masalah.

MENCURI Karya Cipta Berbuntut Tercuri Masa Depan. Sepuluh tahun yang lalu. Hasil karya cipta saya dicuri kawan sejawat yg mengisi posisi jabatan yg saya tinggalkan karena undur diri. Software System yg saya bikin sendiri sejak awal 1991 dia poles sedikit dg ganti warna tampilan di layar lalu diakui sebagai karya asli si dia. Saksi-saksi ratusan orang di kantornya ngedumel dan mengutuk ulahnya.

Saya tahu, saya marah. Tapi saya diamkan,  sering ketemu dan bertegur sapa seolah tak ada masalah. Saya yakin ulahnya akan berbuntut kepada kesalahan yg lebih fatal. Dan terbukti.

Si dia nekad menjual software tsb untuk dirinya sendiri seakan karya ciptannya. Kebetulan si calon pembeli adalah kawan lama saya yg tahu persis bhw software tsb ciptaan saya. Kawan lama tsb jadi ingat kepada saya dan cari tahu keberadaan saya. Begitu ketemu saya dikontrak untuk update software dg nilai tinggi. Alhamdulillah, pas  lagi sepi order datang rejeki tak terduga. Pas lagi terpuruk datang kabar gembira. Dapur kembali ngebul. Justru setelah dikerjain.

Bulan berikutnya si dia di-PHK dg tidak hormat karena ketahuan menggelapkan uang kantor dan maen mark-up dg supplier. Tak lama kemudian terjadi pergantian direksi. Kebetulan big bossnya adalah kawan seperjuangan saya dulu. Sayapun dipanggil kembali untuk update software. Kedatangan saya disambut meriah oleh karyawan bak pahlawan pulang dari perang. Sungguh mengharukan.

Tak disangka saya akan kembali dinas di kantor lama padahal sudah diblack-list selama 5 tahun dg tuduhan macam-macam tanpa minta penjelasan dari saya. Come backnya saya sekaligus menghapus semua fitnah. Salah satu kawan sejawat bilang, “Yg hak dan yg bathil akhirnya ketahuan juga.”

Puji syukur Tuhan, saya yg sedang berjuang perbaiki reputasi dan nama baik akhirnya tercapai dg cespleng. Justru setelah dikerjain.

ORANG2 Besar Orang2 Sabar. Ulama-ulama besar banyak sependapat bhw kalo diibaratkan iman adalah tubuh maka sabar adalah kepala. Umat Islam tentu ingat bagaimana Rasulullah pernah saben hari diludahi dari loteng oleh seorang warga bila beliau jalan menuju masjid. Beliau tidak membalas. Dan akhirnya si peludah masuk Islam dan jadi umat yg shaleh. Bangsa Indonesia tak lupa sejarah Bung Karno yg dipenjara kesana-kemari. Dilaluinya dg sabar lalu jadi orang besar kelas dunia. Begitu juga Nelson Mandela dari Afrika Selatan yg dg sabar berjuang meski dipenjara selama 25thn.

Doakan Yg Baik-Baik Kepada Yg Menzailimi. Rasulullah pada contoh kisah di atas tidak ada upaya balas meludahi, justru beliau rajin mendoakan agar si peludah beserta anak keturunannya menjadi warga yg saleh dan terhormat. Bahkan datang menjenguk ketika si peludah jatuh sakit.  Beliau Tidak mendoakannya agar celaka dan dihukum berat karena  kurang ajar kpd nabi utusan Allah.

Beliau orang besar dg jiwa besar. Bukan politisi dan selebriti berjiwa kerdil: yg sedikit dicolek aja lalu membawa perkara ke pengadilan dg dalil perbuatan yg tidak menyenangkanlah… dalil pencemaran nama baiklah… cengeng amat!

Dr.Aidh Al Qorni, pengarang La Tahzan yg populer itu, mengatakan bhw perkara besar itu urusan kecil di mata orang yg berjiwa besar, dan perkara kecil itu urusan besar di mata orang yg berjiwa kerdil. Kita tahu bahwa kalo mau tiap hari ada saja hal-hal yg bisa diperkarakan. Kalo kita kebanjiran perkara tiada henti lalu kapan hidup bahagia dan mencetak prestasi? Lalu kapan bisa menikmati hidup ini?

Sekali lagi saya mengajak Anda untuk meningkatkan kesabaran. Khususnya bagi Anda yg berjuang merubah nasib, seperti yg pernah saya alami dulu meniti karir dari nol besar jadi Office Boy tahun 1983. Jangan tergoda untuk membalas jika disakiti. Kita hanya perlu beri peringatan kepada yg menzalimi. Kalo dia curi ayam dari rumah Anda, apakah Anda balas curi ayamnya juga? (sama2 pencuri dong…).

Saya ingatkan bahwa yg wajib kita penuhi adalah tanggung jawab kita. Sedangkan hak-hak kita tidak wajib diambil semua pada setiap saat. Bila perlu disedekahkan kepada yg lain. Kesabaran diuji ketika hak-hak kita diambil orang spt pada contoh kisah Bung Karno dan Nelson Mandela di atas. Dan jika kita mampu bertahan dg kesabaran sambil terus mencetak prestasi dg moralitas yg baik maka semua hak dan kemulian akan datang sendiri. Bahkan dg cerita sukses yg jauh lebih dahsyat dari perkiraan kita.

MEMAAFKAN Dan Tuhan Mengampunimu.  Jika pintu maaf terbuka lebar di dalam hati kita maka pintu ampunan dari Allah Yg Maha Besar terbuka lebih besar dan lebih luas lagi. Memaafkah kesalahan orang lain yg membawa kesejukan itu pada akhirnya akan sangat menyejukan hati si pemaaf. Sekaligus membawa berkah dan rejeki lahir batin yg melimpah ruah. Dari arah yg tak disangka-sangka sebagai ganjaran dari Allah SWT Yg Maha Pengasih Dan Maha Pemurah.

Hanya orang-orang yg sabar yg punya pintu maaf yg besar. Dan hanya orang besar yg tahu pentingnya sabar dan maaf. Saya sedang belajar seperti itu…. Semoga bermanfaat.

OH YAA juga dijelaskan lagi,, coba simak, udah paten dan jelas..

perhatikan juga firman-Nya yang lain: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS. Asy Syuura [42] ; 40)

Berikut beberapa ayat-ayat Al Quran tentang larangan dan akibat dari perbuatan zalim

  1.  “Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) . Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,” (QS. Al A’raaf  [7]: 41)
  2.  “Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul.” Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim” (QS : Al A’raaf [7 ] : 44)
  3. Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah Kami membinasakan kota-kota;kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS Al Qashash  [28]:59)
  4. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman…….” (QS. Yunus [10]:13)
  5. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu pelajaran bagi kaum yang mengetahui.” (QS. An Naml [27]:52)
  6. 6.      Zalim merupakan perbuatan yang di larang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar. Manusia yang berbuat zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Asy-Syura : 42   “Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih“.
  7. Allah SWT melarang perbuatan zalim, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya di Surah Ibrahim ayat 42-45 :  “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.”.

 

WASSALAM

KEJUJURAN MEMBAWA BERKAH

Kisah yang menarik dimana tetap mempertahankan prinsip menjadi orang baik dan harapan.

David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya, yaitu satu keping uang logam itu, ke dalam telepon.

“Halo, apa kabar?” telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km jauhnya berbicara.

David dengan nada agak terisak berkata: “Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan.”

Ibu David berkata: “Anakku tersayang, mama tahu.”

“Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim uang?”

David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat bertanya, “Mama, apa yang telah terjadi di rumah?”

Ibu David berkata, “Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini, tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan,

bahkan karena sakit telah kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus. Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi, Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri.”

Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata David juga “tes”, “tes” tak hentinya menetes, dan ia berpikir Kelihatannya saya harus drop out dan pulang kampung. David berkata kepada ibunya, “Mama, jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan menghidupi kalian.”

Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop out.

Pada detik ketika David mengatakan “Sampai jumpa” kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan di kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut.

Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping dollar menggerojok keluar dari alat itu.

David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi, diambil untuk diri sendiri, 100% boleh,

pertama: karena tidak ada yang tahu,

ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan.

Namun setelah bolak-balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum perusahaan telepon.

Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan umum berkata, “Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera dikembalikan (ke dalam mesin telepon).”

Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon, dan petugas pelayanan umum yang berkata, “Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan.”

Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas pelayanan umum sangat dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu.

Tak lama kemudian, nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David, “Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat

ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus mengirim petugas ke sana.”

“Hore!”, David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama nenghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen.

Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.

Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan. Si boss supermarket memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja,

sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya. David bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel.

Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam suratnya: “Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan.”

Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi.

David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.

Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya.

Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $ 100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum. Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut:

“Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya.”

Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang dipenuhi antusiasme:

“Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan.”

So, di saat-saat paling sulit,

Pertama : Jangan melupakan harapan sudah ada di depan mata.

Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.

Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David? Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan ADDC, Presiden Direkturnya ialah David, selain itu juga David adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal.

Saudaraku..
Apa yang menghalangi kita untuk meraih beratus-ratus, beribu-ribu dan berjuta-juta pahala setiap hari?

Mengapa kita tak membuka kran-kran pahala yang mengalir deras setiap hari? Kenapa kita tidak membuka pintu-pintu kebaikan yang terpajang di depan kita?

Salah satu pelung kebaikan dan pahala yang terhampar di depan kita adalah beristighfar untuk orang-orang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan.

 Namun lisan kita terasa kelu dan lidah terasa kaku untuk melakukan hal itu, jika hati kita dipenuhi noktah hitam dan jiwa kita telah gelap lantaran dosa dan maksiat.

Itulah bencana besar yang telah menjadikan dunia kita kelabu. Jika ini sudah terjadi jangankan kita mendo’akan ampunan bagi orang lain, beristighfar untuk diri kita yang berlumuran dosapun terasa berat untuk kita perbuat.

Padahal Rasulullah saw pernah bersabda:

مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، كَتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ حَسَنَةً

“Barangsiapa yang memintakan ampunan (kepada Allah) bagi kaum mukminin dan mukminat, maka Allah akan menulis bagi setiap mukmin dan mukminah satu kebaikan (pahala).” Dihasankan oleh syekh Al Bani dalam shahih al jami’.

Selanjutnya terserah kita saudaraku..
Berapakah pahala dan kebaikan yang ingin kita raih setiap harinya dari pintu ini. Semakin banyak pundi-pundi kebaikan dan asset pahala yang ingin kita kumpulkan, maka semakin banyak pula kita mendo’akan ampunan bagi orang-orang mukmin baik laki-laki maupun perempuan. Baik yang sudah kita kenal ataupun yang belum kita kenal.

Sungguh merugi, jika kita telah berada di depan pintu kebaikan ini, tapi kita tak mau mengetuk dan membukanya.

Dan sudah barang tentu, jika kita beristighfar untuk orang lain. Jangan lupa kita beristighfar untuk diri kita sendiri.

Mari kita memperbanyak istighfar untuk diri kita dan bagi orang lain. Mudah-mudahan keberkahan hidup kita kecap dan rahmat serta ampunan-Nya dapat kita dekap. Wallahu a’lam bishawab.

sekiian postingan inspirasi dari saya, semoga kalian umat islam dapat mengambil hikmahnya dari inspirasi diatas 🙂

Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far
(http://www.facebook.com/profile.php?id=100000992948094)

Saudaraku..
Abdullah bin Umar ra pernah berkata:

“Demi Allah, sekiranya aku berpuasa sepanjang hari tanpa putus. Ku dirikan shalat tahajjud setiap malam tanpa pernah tidur. Seluruh hartaku, ku infakkan di jalan Allah. Lalu aku menghadap-Nya di hari kepergianku, sementara tiada terpendam perasaan cinta di hati ini terhadap orang-orang yang mentaati Allah

serta tiada kebencian terhadap ahli maksiat. Maka apa yang telah ku perbuat itu tak dapat memberiku manfaat sedikit pun jua di sana.”
(Mawa’izh as shahabah, Shalih Ahmad al Syami).
Saudaraku..
Itulah yang kita kenal dalam aqidah kita dengan istilah “al hubbub wal bughdhu fillah” cinta dan benci karena Allah swt. Cinta dan benci yang akan melahirkan cinta dan rahmat-Nya.

Kita mencintai seseorang karena Allah swt. Bukan karena harta, keturunan, kedudukan, tampilan fisik, dan sisi dunia lainnya.

Kita mencintai sahabat kita, karena agama, ketaatannya, keshalihan pribadi, keindahan akhlak dan yang senada dengan itu. Walaupun secara kasat mata, penampilan luarnya jauh dari kata “menarik”.

Semakin baik akhlak seseorang. Semakin elok kepribadiannya. Semakin taat kepada Rabb-nya. Semakin sempurna pemahaman dan pengamalan ajaran agamanya. Maka pada saat itu semakin mekar dan mengembang cinta kita terhadapnya.

Saudaraku..
Sebaliknya, tidaklah kita membenci seseorang, melainkan karena keburukan akhlaknya, semakin jauhnya ia dari kebenaran, semakin dalam ia tercebur dalam lubang maksiat dan seterusnya.

Jadi dasar kita membenci seseorang, tak lain dan tak bukan melainkan karena Allah swt. Artinya semakin jauh ia dari petunjuk-Nya dan semakin terperosok dalam maksiat terhadap-Nya, maka pada saat itu kita semakin membencinya.

Tapi kebencian kita terhadapnya, tidak menyeret kita untuk menjauhinya. Tidak bertegur sapa dengannya dan seterusnya. Namun justru menjadikan kita terpacu untuk mengajaknya bangkit dari keterpurukan. Sadar dengan kelalaiannya. Ingat dengan dosa-dosanya. Dan merubah kebiasaan dan perilaku buruknya.

Saudaraku..
Itulah cinta dan benci karena Allah, yang merupakan manifestasi dari kesempurnaan iman kita. Sebanyak apapun amalan pribadi kita. Baik yang zahir maupun yag bathin. Yang tampak maupun yang luput dari pandangan manusia. Jika kita tak mampu mewujudkan cinta dan benci karena-Nya di alam realita kehidupan kita. Maka amalan itu tak mampu menolong kita di sana.

Itulah yang diisyaratkan oleh Ibnu Umar ra.

Saudaraku..
Ketahuilah, bahwa hati ini mencintai anda semua karena Allah swt. Bagaimana dengan anda saudaraku?. Wallahu a’lam bishawab.

semoga ada manfaat artikel saya

Sumber:Status Ustadz Abu Ja’far
(http://www.facebook.com/profile.php?id=100000992948094)

puputnuryadi

A great WordPress.com site

dikihandsome

A great WordPress.com site