masih ingin mengulas penggunaan dari softaware Sistem Informasi Geografis,

kali ini dapat kesempatan baik mengoret ngoret blog, yaaap menjelaskan aplikasi Geoda!

di hari yang lalu itu sudah memposting apa itu GIS, dan EPiInfo tentu kegunaannya sama saja dengan yang itu itu, yah karena ini masih lingkup sistem geografis..

ini merupakan tugas praktek GIS oleh dosen kampus kesehatan lingkungan surabaya tujuannya untuk mengetahui populasi penyebaran penyakit DBD di kota denpasar. ohya omong-omong dalam Geoda itu terdapat apa aja siih?

dalam geoda dalam menu map terdapat pilihan Excess Risk, Raw rate, LISA Significant Map, LISA Cluster Map.

  1. Untuk melihat kejadian kasar pada suatu daerah, Klik Map – Pilih Rates-Calculated rate – Pilihan raw rate. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini. Pada Event Variable pilih IR_2010. Pada Base variable pilih POP_2010. *apa itu IR, IR itu Insiden Rate , rata-rata insiden yang terpapar dbd pada tahun 2010 variable populasi (populasi disini jumlah penduduk dalam tahun 2010)

2.  Untuk melihat daerah dengan resiko berlebih, Klik Map – Pilih Rates Calculate Map – Pilih Excess Risk. setelah itu sama akan muncul kotak dialog seperti penjelasan  nomer1

LISA Significant Map, Cluster Map fungsinya sebagai analisa suatu pemetaan

kesimpulannya secara umum : bahwa GIS mempunyai peranan penting berbagai bidang. GIS membutuhkan latihan dan pemahaman dalam ketika sudah terikat oleh sistem/sub-sub yang ada setiap aplikasi GIS tersebut.

lanjut saja ingin berbagi step by step langkah penggunaan aplikasi geoda Sistem Informasi Geografis ini link wordnya :APLIKASI GEODA ADE , didalam komplit sampe analisa analisanya.#dokumentugas

ohya jangan lupa ini dibuat referensi aja lebihnya seperti itu🙂 semoga bermanfaat