kali ini aku mengisi Blog ini tentang kepemimpinan, rasanya kita sudah sering mendengar kepemimpinan dan pemimpin, baik yang sudah berkantor maupun masih status pelajar mahasiswa. dalam dunia mahasiswa sendiri saja kita berlomba lomba mencari jati diri dengan memimpin teman sebaya kita, baik yang giat ikut kepanitian acara kampus sendiri NAH maupun yang gemar gemar nya sebagai aktivis KAMPUS😉 yaah tak ada bosannya namanya memimpin.

Sebenarnya memimpin itu ada nilai positif nya yaitu

SIJI,  bisa meminit waktu kita antara agenda yang satu dg yang lainnya

LORO, iku bisa membuat kita makin tau variasi cara memimpin lebih baik lagi

KETELU, bisa makin kuat tekan, tekanan disini pada dasarnya kita itu masih MAHASISWA sedangkan kita punya tanggung jawab lain yaitu belajar memimpin.

dan masih banyak lagi manfaat menurut saya😀

KIRA KIRA Siapa yang tahu perbedaan kemimpinan dengan pemimpin sobat?????:/ :O

ada banyak tokoh yang mengatakan diantaranya

pemimpin menurut Suradinata (1997:11) adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi fikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut Winardi (1990:32) bahwa pemimpin terdiri dari pemimpin formal (formal leader) dan pemimpin informal (informal leader). Pemimpin formal adalah seorang (pria atau wanita) yang oleh organisasi tertentu (swasta atau pemerintah) ditunjuk (berdasarkan surat-surat pengangkatan dari organisasi yang bersangkutan) untuk memangku sesuatu jabatan dalam struktur organisasi yang ada dengan segala hak dan kewajiban yang berkaitan dengannya untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi tersebut yang ditetapkan sejak semula) Itu masih pengertian pemimpin, nah sebentar lagi pengertian tentang kemimpinan.

kepemimpinan sendiri adalah merupakan suatu kemampuan yang melekat pada diri seorang yang memimpin yang tergantung dari macam-macam faktor, baik faktor intern maupun faktor ekstern.

Siagian (1986:12) berpendapat bahwa kepemimpinan adalah keterampilan dan kemampuan seseorang mempengaruhi perilaku orang lain, baik yang kedudukannya lebih tinggi maupun lebih lebih rendah daripada nya dalam berfikir dan bertindak agar perilaku yang semula mungkin individualistik dan egosentrik berubah menjadi perilaku organisasional.

kita berada dalam lingkaran islam, kemimpinan dalam islam menurut alquran dan hadist

“bahwasanya kemimpinan dan pemimpin itu mutlak setiap makhluk hidup itu bakal jadi pemimpin, baik pemimpin rumah tangga maupun pemimpin jabatan saat dikantor”

saya sedikit bercerita, kalau kepemimpinan dan pemimpin itu persoalan keseharian dalam kehidupan masyarakat,berorganisasi, usaha, bangsa dan negara  mengapa bisa begitu ? setiap orang ingin memimpin namun apakah setelah jadi pemimpin, orang tersebut mempergunakan jabatan nya sesuai dengan semestinya (aturan yang ada, sesuai ajaran islam atau malah tidak membuat perubahan dikalangan masyarakat?) maka menjadi persoalan HEBAT dikalangan masyarakat (padahal ini masih didunia, belum lagi di akhirat menjadi tanggung jawab dihadapan ALLAH SWT) maka muncullah toeri tentang kepemimpinan dan pemimpin bermunculan dan kian berkembang.

Teori dalam Kepemimpinan

Tiga teori yang menjelaskan munculnya pemimpin adalah sebagai berikut (Kartono, 1998:29) :

  1. Teori Genetis menyatakan sebagai berikut : 1) Pemimpin itu tidak dibuat, akan tetapi lahir jadi pemimpin oleh bakatbakat alami yang luar biasa sejak lahirnya. 2) Dia ditakdirkan lahir menjadi pemimpin dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga, yang khusus. 3) Secara filsafat, teori tersebut menganut pandangan deterministis.
  2. Teori Sosial (lawan Teori Genetis) menyatakan sebagai berikut : 1) Pemimpin itu harus disiapkan, dididik, dan dibentuk, tidak terlahirkan begitu saja. 2) Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
  3. Teori Ekologis atau Sintetis (muncul sebagai reaksi dari kedua teori tersebut lebih dahulu), menyatakan sebagai berikut : Seseorang akan sukses menjadi pemimpin bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, dan bakat-bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman dan usaha pendidikan; juga sesuai dengan tuntutan lingkungan/ekologisnya.

kita Islam sebagai rahmatan lilalamin (rahmat bagi seluruh manusia, telah meletakkan persoalan pemimpin dan kepemimpinan sebagai salah satu persoalan pokok dalam ajarannya. beberapa pedoman atau panduan telah digariskan untuk melahirkan kepemimpinan yang diridoi Allah SWT, yang membawa kemaslahatan, menyelamatkan manusia didunia dan akhirat kelak pastinya. sejarah islam telah membuktikan pentingnya masalah terletak pada kepemimpinan ini setelah wafatnya Rasul. Para Sahabat telah memberi penekanan dan keutamaan dalam melantik pengganti beliau dalam memimpin Islam. umat islam tidak seharusnya dibiarkan tanpa pemimpin. kata Sayyidina umar R.A “Tiada islam tanpa jamaah, tiada jamaah tanpa kemimpinan dan tiada kepemimpinan tanpa taat” NAUDZUBILLAH semoga tidak seperti itu kita semua.

sangat penting bahwa pemimpin dan kepemipinan dipahami dan dihayati oleh umat islam dinegeri yang mayoritas warganya beragama islam meskipun indonesia bukanlah negara islam. Allah SWT telah memberi tahu kepada manusia, tentang arti pentinya kemimpinan dalam islam, sebagaimana dalam alquran kita menemukan banyak ayat yang berkaitan dengan kepemimpinan dan pemimpinan.

setelah manusia memperoleh apa yang diinginkan yaitu pemimpin

tugas sebagai pemimpin prinsipnya islam itu pemimpin itu khalifahtullah, yang diberi tugas untuk senantiasa mengabdi dan apa yang dilakukan itu dikaitan dengan ibadah kepada Allah SWT

“kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberikan petunjuk dengan perintah kami dan telah kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah.” (Al-Anbiya’:73)

dalam memilih pemimpin, kita harus berteguh pada intergritas keislaman kita

dalam memilih pemimpin tentu faktor penting. baik berorganisasi, bermasyarakat, bernegara, sampai usahapun. jika pemimpin itu jujur, baik, cerdas, dan amanah niscaya yang memilihnya (bisa dibilang rakyat, sahabatnya) akan merasakan makmur, damai, sebaliknya jika pemimpinannya tidak jujur, korup, pokok keluar dari ajaran islam apapun kegiatan yang dilakukan pemimpinnya itu tidak membuat rakyat, sahabatnya akan sengsara bahkan BISA mendapatkan adzab daari Allah SWT. karena itu Islam memberikan pedoman dalam memilih pemimpin yang baik. Dalam Alquran, Allah SWT memerintahkan ummat islam untuk memilih pemimpin yang berintegritas baik, dan beriman kepada Allah SWT maka kemimpinannya akan nyaman memegang amanah dan rakyatnya makmur

akibat yang ditimbulkan dari kepimpinan

bagi pemimpin yang tidak sesuai ajaran islam maka Allah SWT akan Murka terhadap pemimpinnya dan rakyaat mendapat adzab amat pedih

seperti dalam Q.S Ali’ Imron :149-150 “Hai orang-orang beriman, jika kamu MENTAATI orang orang yang KAFIR itu, Niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (kepada Kekafiran) lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi. tetapi (ikutilah Allah), Allah-lah pelindungmu, dan Dialah sebaik-baiknya penolong.”

 

SEKIAN apa yang saya tulis, semoga bisa memberikan refrensi baru buat pembaca blog ini ^_^