Selamat malam Sobat😀 kali ini aku mau menerangkan satu penyakit , yang pastinya semua pada tidak asing lagi😀

sudah banyak yang mengulas, namun gapapa aku ingin ikutan nambahi referensi saja buat kalian, ini juga merupakan dokumentasi tugas kuliahku, YAPYAP matakuliah ini membahas berbagai penyakit berhubungan dengan lingkungan sobat :):) .. sebagai mahasiswa kesehatan kemenkes diharapkan mampu mendeteksi, membedakan setiap penyakit karena penyakit dialam sangat spesifik🙂 jadi kalau ingin mengopas, jangan lupa disertai dari blog mana😀

Penyakit Tuberculosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.  Selain Mycobacterium tuberculosis terdapat juga Mycobacteri lain seperti Mycobacterium bovis, Mycobacterium africanum, Mycobacterium Canetti, dan Mycobacterium microti dapat menyebabkan tuberculosis, tetapi spesies-spesies ini jarang terjadi pada manusia.

TBC bisa menginfeksi beragam organ tubuh seperti selapuby kelompok ku t otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, namun lebih sering menginfeksi paru-paru. Jika tidak segera ditangani TBC bisa menjadi kronis dan berlangsung bertahun-tahun.

Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium Tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehinggga dikenal juga  sebagai Batang Tahan Asam ( BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dormant, tertidur lama selama beberapa tahun.

Sumber penularannya berasal dari percikan dahak penderitanya yang dibawa melalui udara ketika penderita TBC bersin, batuk atau berbicara. Masa inkubasi seseorang menjadi terinfeksi setelah tertular bervariasi, antara mingguan hingga tahunan, tergantung dari orang itu sendiri dan jenis infeksinya, apakah primer, progresif, atau reaktiva. Anak yang mengidap TBC biasanya tertular dari orang dewasa, mungkin saja berasal dari keluarga penderita  (kontak serumah), masyarakat (kunjungan Posyandu), atau pembantu rumah tangga dan pengasuh anak. Bahkan sumber penularan bisa terjadi dari pasien TB yang berobat ke Rumah Sakit/Puskesmas.

Perbedaan berdasarkan letak berkembang biaknya  :

Pada TBC anak, kuman berkembang biak di kelenjar paru-paru.

Pada orang dewasa, kuman TB berada di paru-parunya dan membuat lubang untuk keluar melalui jalan napas. Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan dimana saja.

Cara Penularan

TBC menular melalui udara, ketika orang-orang yang memiliki penyakit TB batuk, bersin, atau meludah. penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk Droplet (percikan Dahak). Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan diudara pada suhu kamar selama beberapa jam. Orang dapat terinfeksi jika droplet tersebut terhirup kedalam saluran pernapasan. Selama kuman TB masuk kedalam tubuh manusia melalui pernapasan, kuman TB tersebut dapat menyebar dari paru kebagian tubuh lainnya, melalui sistem peredaran darah, sistem saluran linfe,saluran napas, atau penyebaran langsung kebagian-nagian tubuh lainnya.

Kebanyakan infeksi TBC pada manusia bersifat asimtomatik, infeksi laten, dan sekitar satu dari sepuluh infeksi laten pada akhirnya berubah menjadi penyakit aktif, yang jika tetap tidak diobati, penyakit TBC ini akan membunuh lebih dari separuh penderitanya.

 

Riwayat terjadinya Tuberkulosis

  1. Infeksi Primer

Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TB. Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya, sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosillier bronkus, dan terus berjalan sehinga sampai di alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai saat kuman TB berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di Paru, yang mengakibatkan peradangan di dalam paru, saluran limfe akan membawa kuma TB ke kelenjar limfe disekitar hilus paru, dan ini disebut sebagai kompleks primer. Waktu yang dibutuhkan untuk menginfeksi dalam rentan waktu 4-6 minggu. infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin dari negatif menjadi positif. Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TB.

 

 

  1. Tuberkulosis Pasca Primer (Post Primary TB)

Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun sesudah infeksi primer, misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV atau status gizi yang buruk. Ciri khas dari tuberkulosis pasca primer adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura.

 

  1. Pencegahan dan Penanggulangan TBC
  2. Melakukan Terapi TBC

Ada dua cara Dilakukan guna mengurangi penyakit saat ini yaitu terapi dan imunisasi Untuk terapi, WHO merekomendasikan strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan langsung atau dikenal dengan istilah DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy).

Ada tiga tahapan penting adalah :

  1. mendeteksi pasien
  2. melakukan pengobatan
  3. melakukan pengawasan langsung
  4. Pencegahan (profilaksis) primer

Anak yang kontak erat dengan penderita TBC BTA (+). INH minimal 3 bulan walaupun uji tuberkulin (-).

  1. Pencegahan (profilaksis) sekunder

Anak dengan infeksi TBC yaitu uji tuberkulin (+) tetapi tidak ada gejala sakit TBC.

Profilaksis diberikan selama 6-9 bulan.

 

Ada dua kategori obat untuk mengobati dalam pengurangan penyakit Tububerculosis yaitu :

  • Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid. Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini.
  • Obat sekunder : Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.

 

Pengobatan Penyakit TBC

Dalam menangani TBC terdapat Obat dalam penanganan TBC, berikut ini tentang obat yang dapat diberikan bagi penderita penyakit TBC :

  1. Jenis obat : Isoniasid, Rifampicin, Pirasinamid, Streptomicin
  2. Prinsip obat

Obat TB diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis, dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6-8 bulan,supaya semua kuman dapat dibunuh.

Pengobatan TB diberikan dalan 2 Tahap yaitu:

  1. Tahap intensif

Pada tahap intensif penderita mendapat obat (minum obat) setiap hari selama 2 – 3 bulan.

  1. Tahap lanjutan

Pada tahap lanjutan penderita mendapat obat (minum obat) tiga kali seminggu selama 4 – 5 bulan.

mungkin ini saja , semoga bisa dibuat tambahan referensi kalian😀 sukses selalu buat kalian ^_^

 

belakangdepan