apa kabar teman teman? kali ini aku ingin berbagi pengalaman saja dalam hal kuliah

anggap saja ini hanya cerita yaaah kalau bagus diambil hikmahnya kalau enggak yaah gapapa😀

kuliah ku berkecimbung dalam dunia kesehatan, kata orang sehat itu mahal? iyah mahal kalau kita tak bisa menjaga karunia yang diberi Allah ini, kalau sudah terjadi sakit? baru kita bergegas (jowone : GOPOH) ada orang bilang kuliah kesehatan itu banyak pahalanya, yaah lihat lihat selagi itu bermanfaat bagi  orang lain yaah syah syah aja dibilang dapat pahala. OKE, disini kuliah ku tak hanya menyakut kesehatan orang saja? loh kok bisa? kesehatan itu emang ada banyak yaah? Yap banyak sekali, kesehatan itu luwes ilmunya. KESEHATAN LINGKUNGAN 2 kata itu sangat berpengaruh dalam kelangsungan kehidupan kita didunia ini. apalagi semakin tahun polusi tak bisa terbendung lagi looh teman? kalian lihat kan dilingkungan kalian bagaimana kondisi lingkungannya? naaah disini perananku dalam menghandle lingkungan (mempreventif kondisi lingkungan)

awal semester satu sudah berhadapan sama yang namanya vektor? sesuai tuntutan kurikulum mahasiswa mampu menguasai ilmu kesehatan lingkungan, mempreventif dan paham akan tugasnya “SANITARIAN” ohya, mau jelasin apa itu vektor? vektor itu bukan bilangan yang ada di mata pelajaran SMA loh gaays.. tetapi ini penyebab penyakit.. penyakit tanpa sebab itu tidak ada… vektor itu ada yang dari vektor biologis, biologis itu vektor yang dalam tubuhnya terdapat virus penyebab bakteri seperti penyakit DBD itu vektornya nyamuk dari proses biologis. sedang dari mekanik itu cholera, thypus, diare dari vektor lalat melalui mekanik (hinggapan tubuh lalat tersebut) diawal diajari membela namanya nyamuk ? bagaiamana rasa membelah barang kecil? yaah minta ampun butuh kejelian, tujuan dari bedah ovarium nyamuk untuk mengetahui apakah nyamuk itu pernah bertelur berapa kali.. semester pertama maah masih santai santainya tugas belum seberapa numpuk, namun karena kuliah ku itu katanya identik dengan mahasiswa bejibu tugas karena anak KEMENKES tak kenal lelah, dan tahan banting.. tapi itu belum keliatan, maka aku putuskan untuk mengikuti pengalaman berorganisasi Yah, awal PPSM POLTEKKES aku tertarik masuk BEM POLTEKKES

itu sudah tersetting rapi kalau aku berminat ke organisasi ini, sebelumnya aku enggak ikut namanya PK OSIS dan sejenisnya. Kuliah ini menampakkan jati diri pengen liat seberapa kuat untuk menghadapi masalah, aku berminat ikut.

Dan parahnya 3 Organisasi di kampus ku ikuti semua, SKIP-BEM, BEM,  UKKI, satunya Tesapala, namun aku gak kuat karena sebelum diklat harus kuat fisik, padahal aku gak suka dengan aturan ini, gak enjoy akhirnya😀 maaf apabila ada yang merasa tersinggung (enjoy story mawon) gimana rasanya satu organisasi rapat? dijam yang sama? satunya rapat besok satunya rapat aduuh pusing kepala.. namun aku lewati dengan slow profile

semester satu sangat cepat, tibalah semester dua, alhamdulillah naik tingkat jare dewek😀

tapi semakin berat tantangan di POLTEKKES kuliahnya serba serem matakuliahnya, KIMIA LINGKUNGAN, FISIKA LINGKUNGAN, MIKROBIOLOGI, EPIDEMIOLOGI dkk, bagaimana tidak, kita semester dua sudah disuruh terjun masyarakat gaays, ada rasa senang dan sedih see, senang bisa tenar dan merasa ini peluang baru harus dipelajari ilmu yang sangat bermanfaat sebagai surveilans lingkungan, sisi lain kegiatan didalam kampus yaitu praktek laboratorium tetep jalan loooh.. apalagi dalam kelas kuliah matakuliah lain. di sini jadwalnya terjadwal sistem kita tak boleh memilih matakuliah dan jam matakuliah.. mulai kuliah jam 07.30 selesai kuliah jam 15.30 itu jam rasanya tidak berfungsi karenakan menyesuaikan kondisi dosen dan harus ngelembur tugas dikampus.. organisasi tetep jalan, seribu cerita masih jalan ini (story live) dalam semester 2 ini pulangnya tidak tetap jam kuliah dijadwal , ini sering ngelembur malam gegara laporan epidemiologi (tugas besar) disertai tugas lainnya. ditambah organisasi tak lupa makanan sehari hari kuliah ( KURA KURA = Kuliah rapat Kuliah rapat)

KESEHATAN LINGKUNGAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA mempunyai mimpi

Mimpi Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya saat ini adalah sesuai dengan visi Kesehatan Lingkungan yaitu Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi  Kesehatan Lingkungan yang unggul, mandiri dan inovatif dalam menghasilkan Tenaga Ahli Madya Kesehatan Lingkungan/Sanitarian yang professional, bermartabat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Selaku  Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya, Bapak Ferry Kriswandana, SST.,MT menyatakan harapannya di Dies Natalis Kesehatan Lingkungan Surabaya ke-55 yaitu:

  1. Meningkatkan profesionalisme lulusan sesuai kompetensinya sehingga diharapkan dapat bersaing di era globalisasi.
  2. Meningkatkan kerja sama antara pendidikan Kesehatan Lingkungan dengan instasi terkait dengan stakeholder lainnya untuk dapat menginventarisasi kebutuhan tenaga Kesehatan Lingkungan di lapangan.
  3. Meningkatkan jenjang/level pendidikan Kesehatan Lingkungan sampai dengan ke level 7 dan 8 (KKNI) tingkat Profesi dan Magister.

Program yang direncanakan Kesehatan Lingkungan Surabaya adalah menambah satu Program Studi yaitu Profesi dan Magister Kesehatan Lingkungan. Hal ini diharapkan lulusan tenaga Kesehatn Lingkungan bisa lebih berkompetensi di lapangan. Adapun mimpi besar yang dijabarkan dalam tiga misi utama di atas yaitu:

  1. Mengupayakan kemandirian dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan kelembagaan manajemen modern yang berorientasi pada mutu dan kemampuan bersaing secara nasional dan internasional.
  2. Menyelenggarakan pendidikan dalam suasana akademik dan edukatif serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang luhur yang mencerminkan masyarakat ilmiah yang terdidik.
  3. Melaksanakan kegiatan, pendidikan dan penelitian di bidang Kesehatan Lingkungan berdasarkan pada prosedur yang bersifat rasional, obyektif dan inovatif dengan berasaskan prinsip akuntabilitas.
  4. Menyelenggarakan proses pendidikan di bidang Kesehatan Lingkungan yang efektif dan efisien dalam rangka menghasilkan lulusan yang bermutu dalam waktu yang telah ditentukan.
  5. Menyediakan jasa dan kerjasama lintas sektor dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan perkembangan masyarakat yang berpengalaman (knowledge society)Pengembangan Kesehatan Lingkungan Surabaya juga tidak lepas dari peran para alumni. Hal ini tidak mengherankan, karena jumlah alumni Kesehatan Lingkungan Surabaya, sejak instansi masih bernama Kontroler Kesehatan, Akademi Kontrolir Kesehatan, Akademi Penilik Kesehatan, Pendidikan Ahli Madya Sanitasi Kesehatan Lingkungan, Akademi Kesehatan Lingkungan, hingga berubah menjadi Program Studi Kesehatan Lingkungan Surabaya, Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Surabaya sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. 1207/Menkes/SK/XI/2001.hingga Kesehatan Lingkungan telah mencapai lebih dari 10.000 alumni yang tersebar diseluruh wilayah indonesia.

    dalam mencapai tujuan tesebut mahasiswa nya diharapkan harus mampu mengelolah sanitasi, mengoperasi semua bentuk alat, bahan yang dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan dalam memperventif lingkungan baik didalam gedung maupun diluar gedung

     

     

    Kesehatan lingkungan mempunyai lingkup begitu luas diantaranya :1. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
    2. Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
    3. Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
    4. Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
    5. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
    6. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
    7. Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
    8. Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan

    Ruang lingkup kesehatan lingkungan
    Menurut WHO ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan :
    1. Penyediaan Air Minum
    2. Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
    3. Pembuangan Sampah Padat
    4. Pengendalian Vektor
    5. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
    6. Higiene makanan, termasuk higiene susu
    7. Pengendalian pencemaran udara
    8. Pengendalian radiasi
    9. Kesehatan kerja
    10. Pengendalian kebisingan
    11. Perumahan dan pemukiman
    12. Aspek kesling dan transportasi udara
    13. Perencanaan daerah dan perkotaan
    14. Pencegahan kecelakaan
    15. Rekreasi umum dan pariwisata
    16. Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk.
    17. Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.
    Menurut Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8 :
    1. Penyehatan Air dan Udara
    2. Pengamanan Limbah padat/sampah
    3. Pengamanan Limbah cair
    4. Pengamanan limbah gas
    5. Pengamanan radiasi
    6. Pengamanan kebisingan
    7. Pengamanan vektor penyakit
    8. Penyehatan dan pengamanan lainnya : Misal Pasca bencana.

jadi setiap semester masih bertemu matakuliah inti dari kesehatan lingkungan sendiri. semoga jurusan yang kuambil mampu aku implementasikan ke masayarakat lebih lebih diri sendiri dulu untuk mempreventif penyakit.

Sekian dari Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Surabaya😀

 

sedikit foto eksis praktikum

 

IMG_20141217_073821IMG20141212202150_2.jpg