mendengarkan kata kuat kita identik dengan orang tak terkalahkan saat berkelahi bukan? akan tetapi orang yang kuat adalah mereka yang dapat mengendalikan dirinya pada saat eemosi hati, (dan termuat dalam Riwayat Bukhari,Muslim, dan Abu Daud)

kekuatan itu sering kita ukur dari fisik, padahal rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan menolak ukuran yang bersifat fisik  tersebut, tapi ada sisi dimensi lain itu dimana letak manusia yang sebenarnya, wahai manusia khalifah muka bumi🙂

orang kuat sebenarnya dapat mengendalikan dirinya saat hatinya bergejolak marah. pada saat itu pula, ia (manusia) mampu menahannya dengan kesabarannya dan mengalahkannya dengan keteguhan hatainya, ia tidak biarkan hatinya bergejolak marah mengeluarkan caci maki, kata kata murka, omongan kotor misal “jancok, bahasa suroboyoan.” tetap mengendalikan kata kata yang keluaar dari mulutnya agar tetap normal, rasional,dan dapat diterima lawan bicara dan juga proporsional.
Watak tersembunyi dimana manusia sebenarnya muncul sewaktu waktu terpancing allargen (pemicuh alargi yang selaluada disekitar kita. hati yang bersih tak mudah terpengaruh apa yang sedang apa yang diomongkan lawan bicara tersebut.. bales dengan hati bersih dan tetap bersyukur yang sedang terjadi sesuai dengan janji alloh
“sesungguhnya kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan kami adakan dimukabumi itu (sumber) penghidupan. tapi, sangat sedikit kamu bersyukur yang telah kami berikan. (al-a’ruf [7]:10)

:> orang mukmin yang kuat ituu dimana mengontrol hati nya lebih baik dan lebih dicintai alloh daripada mukmin yang lemah (riwayat muslim)
wallahu a’lam