dahulu sebelum faajar islam terbit menerangi bumi arab, Siapa yang tau tentang WANITA. yaah wanita pada zaman dahulu kaum yang tertindas dan terbuang. kelahiran mereka merupakan musibah dan aib bagi keluarga bayi perempuan. setiap orangtua, khususnya bapaknya, sangat berharap jabang bayi yang tengah dikandung istri istrinya mereka, adalah bukan bayi perempuan. pihak keluarga tidak ingin menerima malu, dicibir oleh masyarakat sekitar karena melahirkan kaum yang dipandang sebelah mata ini. untuk menutupi aib tersebut, mereka rela mengubur bayi-bayi perempuan tak berdosa itu secara hidup-hidup.

berbeda respon bila rahim istri istri mereka melahirkan bayi laki-laki, mereka bangan dengannya. wajah sumringah senantiasa menghiasai wajah mereka kehadiran bayi laki laki dalam keluarganya diyakini akan mencerahkan masa depan mereka.

itu gambaran kondisi kaum wanita pada zaman kafir. pada masa pra kedatangan islam, khususnya di jazirah arab. mereka dikucilkan dihina, dan dianggap sebagai malapetaka. barulah ketika cahaya islam telah memancar di jazilah arab, tradisi semacam ini dipangkas sampe ke akar-akarnya. derajat kaum wanita diangkat, disamakan posisinya dengan kaum laki-laki dalam ketaatan mereka terhadap Allah Ta’ala. tidak ada lagi diskriminasi terkait dengan gender.

kemuliaan tidak lagi diidentikkan dengan kelamin, laki2 meski berposisi sebagai pemimpin (rumah tangga/kaum wanita), tidak lantas berkedudukan lebih mulia daripada kaum wanita. bahka, boleh jadi kaum wanita bisa menduduki posisi yang jauh lebih tinggi dari kaum laki-laki. ,mengapa?karena islam tidak pernah menilai manusia dari sudut fisiknya, namun lebih kepada ketakwaannya.

NYATA sudah, bahwa islam telah mengangkat derajat kaum wanita dari posisi yang direndahkan. itu artinya, untuk terus berada di posisi yang mulia itu, kaum wanita tidak boleh menanggalkan islam sebagai pedoman hidup mereka. islam harus menjadi pijakan. islam harus menjadi tuntutan hidup.gerak-gerik mereka harus senantiasa bernafaskan islam. sejak hendak tidur, kemudian beraktifitas, hingga hendak tidur kembali, islam harus menjadi “pakaian” untuk menutupi mereka.

dalam hal busana misalnya, harus menyelaraskan dengan ketentuan yang telah diterapkan allah dan rasul-Nya. tidak boleh menyimpang. perkembangan model pakaian, tidak boleh mengubah hukum baku yang telah ditetapkan. wanita wajib menutupi sekujur tubuh mereka, kecuali wajah dan telapak tangan. pakaian yang dikenakan harus longgar dan menggunakan kain berbahan tebal.

seorang muslimah tidak dibenarkan memilih pakaian yang ketat lagi tipis bahannya dengan alasan mengikuti trend mode busana masa kini.

Allah Ta’ala telah berfirman, Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang (al-ahzab[33]:59)

Imam Qurtubi, dalam tafsirnya menyatakan, bahwa yang dimaksud dengan jilbab dalam ayat diatas itu adalah yang menutup seluruh tubuh. sedangkan menurut salah satu riwayat bahwa anggota tubuh wanita yang boleh terlihat hanyalah muka dan telapak tangan. tuntunan ini  yang seharusnya dijadikan sandaran kaum wanita dalam bertindak-tanduk, khususnya ketika berbusaana. sosok-sosok macam inilah yang kemudian hari akan mendapat kemuliaan di dunia dan di akhirat. sebaliknya, ketika mereka mencoba-coba berpaling dari tuntunan islam, maka sungguh kehinaan bagi mereka telah berada di pelupuk mata.

pada zaman modern ini , kaum wanita mendapat tantangan berat. Godaan itu!! paham materialisme – yang menjadikan materi sebagai standar kebahagiaan/kesuksesan- telah mengubah cara pandang mereka terhadap konsep kehidupan. kemuliaan tidak lagi diukur daari kepribadian, namun lebih kepada status sosial yang barometernya adaalah materi.

untuk mencapai itu semua, tidak sedikit dari mereka yang rela menggadaikan kehormatan. ajaran2 agama dinomorduakan. petuah2 ulama tak lagi digubris. akibatnya, kita  dapati banyak kaum wanita yang berpakaian tapi pada hakikatnya telanjang. mereka tidak malu-malu menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya dan memamerkannya di depan publik. ketika diingatkan, mereka menjawab, “ini wilayah privasi, tidak selayaknya untuk dipersoalkan”

sebagian wanita bahkan bersedia mempertontonkan tubuhnya untuk mempromosikan produk-produk para kapitalis. seperti kerap kita dapati pada berbagai media sekuler, para wanita dimanfaatkan menjadi bintang-bintang iklan berbagai produk bahkan pada produk yang tidak ada kaitannya dengan kaum wanita, seperti mobil sport, mobil truk, pompa air, oli, dsb. dengan memakai busana yang serba minim.

komersialisasi dan eksploitasi aurat wanita ini juga terjadi pada beragam event lainnya,  seperti kontes ratu kecantikan, pertunjukan lagu dan tari, dunia olahraga bahkan pada pameran komputer dan elektronik yang sesungguhnya tidak ada relevansinya dengan aurat perempuan. sayangnya, hanaya sedikit kaum wanita yang menyadarinya.

dengan mengumbar aurat, paara wanita tersesat itu mengira mereka akan dikagumi dan dimuliakan semua orang. padahal sesungguhnya mereka sedang mencampakkan kehormataan,kewibawaan, dan harga dirinya.

Akhir ini , semoga peringatan rasulullah berikut ini mampu memberikan sugesti bagi kita., khususnya kaum hawa, untuk lebih mendekatkan diri lagi ke syariat Allah. sehingga tidak termasuk dalam golongan yang dicela oleh rasulullah: “…. dan wanita-wanita yanag berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggok-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada allah dan suaminya. kepala mereka seakan-akan seperti punuk unta. mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan wanginya surga. dari jarak perjalanan sekian dan sekian (HR> Muslim dan Ahmad)

semoga bermafaat. amiin wallahu alamu bish shawab..