Archive for April, 2014


Heello kawan, pembaca blog…  PERNAHKAH KALIAN DIZALIMI? REAKSI APA YANG KALIAN LAKUKAN? APA KALIAN MASIH MENYIMPAN DENDAM? APA SEKETIKA MENYEBUT ALLAH, BERDOA (MENDOAKAN YANG MENDZOLIMI KALIAN)  ? LALU, BILA PERNAH DENDAM APA YANG KALIAN DAPATKAN? di dalam alquran jelas diterangkan, orang yang pendendam perbuatan yang sia sia serta perbuatan dzolim itu perbuatan celaka..

beberapa kalimat petanyaan saya tulisan diatas, jawabannya orang muslim dan logis pasti

TIDAK ADA! Sama sekali tidak ada!!! Di sini Anda gagal memanfaatkan peluang tuk meraih sukses dengan kesabaran. Bisa jadi suatu sukses besar yang tak disangka-sangka. Dengan kesabaran. Dengan jiwa besar. Tapi kebanyakan terdorong tuk segera membalas, untuk saling menyakiti yg berbuntut permusuhan. Seperti anak kecil tanpa kesabaran. Anda akan bersikeras, “Apanya yg salah? itu kan hak saya.”

Betul kawan, itu hak Anda untuk membalas. Tapi bukan topik pembalasan dan hak membalas dan menghukum yg sedang kita diskusikan di sini kawan. Saya ajak Anda semua bicara tentang salah satu kunci sukses melalui pintu-pintu kesabaran, jiwa besar, memaafkan. Pengalaman hidup saya pribadi banyak kisah-kisah sukses dg mengembangkan sikap sabar ketika dikerjain, dizalimi, dikhianati, dll. Saya belajar dari orang-orang besar yg semuanya punya jiwa besar. Semuanya punya kesabaran yg sangat besar.

Allah SWT telah mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al Zaljalah : 7-8  “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar  dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga“.

Allah SWT tidak suka terhadap perbuatan zalim, perhatikan firman-Nya berikut ini : “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS Ali Imran [3] : 57).

MAU Nyingkirin Orang Tersingkir Sendiri. Suatu saat saya berkali-kali dikerjain oleh salah satu Direktur Keuangan di kantor yg sengaja bikin saya tidak betah agar undur diri. Dia selalu melengos kalo melihat saya. Saya resah tapi tidak peduli. Tetap bekerja dg sebaik-baiknya, menyapanya dg sopan seolah tidak ada masalah. Saya yakin ulahnya itu akan mendorongnya tuk melakukan kesalahan lebih besar.  Kesalahan yg fatal. Dan terbukti.

Setelah Satu tahun kenyang ngerjain saya tiba-tiba dia tersandung kasus. Kebetulan saya  ditugasi big boss tuk mengusut. Habislah karir dia karena hasil pengusutan saya tak bisa dia pungkiri. Dia yg tadinya anak emas big boss disingkirkan secara kurang terhormat. Saya dapat promosi jabatan, Justru setelah dikerjain supaya tersingkir. Sejak itu dia berusaha baikan dg saya padahal saya tetap spt kemarin-kemarin: selalu menyapa dan beri hormat sepantasnya seolah kami tak pernah ada masalah.

MENCURI Karya Cipta Berbuntut Tercuri Masa Depan. Sepuluh tahun yang lalu. Hasil karya cipta saya dicuri kawan sejawat yg mengisi posisi jabatan yg saya tinggalkan karena undur diri. Software System yg saya bikin sendiri sejak awal 1991 dia poles sedikit dg ganti warna tampilan di layar lalu diakui sebagai karya asli si dia. Saksi-saksi ratusan orang di kantornya ngedumel dan mengutuk ulahnya.

Saya tahu, saya marah. Tapi saya diamkan,  sering ketemu dan bertegur sapa seolah tak ada masalah. Saya yakin ulahnya akan berbuntut kepada kesalahan yg lebih fatal. Dan terbukti.

Si dia nekad menjual software tsb untuk dirinya sendiri seakan karya ciptannya. Kebetulan si calon pembeli adalah kawan lama saya yg tahu persis bhw software tsb ciptaan saya. Kawan lama tsb jadi ingat kepada saya dan cari tahu keberadaan saya. Begitu ketemu saya dikontrak untuk update software dg nilai tinggi. Alhamdulillah, pas  lagi sepi order datang rejeki tak terduga. Pas lagi terpuruk datang kabar gembira. Dapur kembali ngebul. Justru setelah dikerjain.

Bulan berikutnya si dia di-PHK dg tidak hormat karena ketahuan menggelapkan uang kantor dan maen mark-up dg supplier. Tak lama kemudian terjadi pergantian direksi. Kebetulan big bossnya adalah kawan seperjuangan saya dulu. Sayapun dipanggil kembali untuk update software. Kedatangan saya disambut meriah oleh karyawan bak pahlawan pulang dari perang. Sungguh mengharukan.

Tak disangka saya akan kembali dinas di kantor lama padahal sudah diblack-list selama 5 tahun dg tuduhan macam-macam tanpa minta penjelasan dari saya. Come backnya saya sekaligus menghapus semua fitnah. Salah satu kawan sejawat bilang, “Yg hak dan yg bathil akhirnya ketahuan juga.”

Puji syukur Tuhan, saya yg sedang berjuang perbaiki reputasi dan nama baik akhirnya tercapai dg cespleng. Justru setelah dikerjain.

ORANG2 Besar Orang2 Sabar. Ulama-ulama besar banyak sependapat bhw kalo diibaratkan iman adalah tubuh maka sabar adalah kepala. Umat Islam tentu ingat bagaimana Rasulullah pernah saben hari diludahi dari loteng oleh seorang warga bila beliau jalan menuju masjid. Beliau tidak membalas. Dan akhirnya si peludah masuk Islam dan jadi umat yg shaleh. Bangsa Indonesia tak lupa sejarah Bung Karno yg dipenjara kesana-kemari. Dilaluinya dg sabar lalu jadi orang besar kelas dunia. Begitu juga Nelson Mandela dari Afrika Selatan yg dg sabar berjuang meski dipenjara selama 25thn.

Doakan Yg Baik-Baik Kepada Yg Menzailimi. Rasulullah pada contoh kisah di atas tidak ada upaya balas meludahi, justru beliau rajin mendoakan agar si peludah beserta anak keturunannya menjadi warga yg saleh dan terhormat. Bahkan datang menjenguk ketika si peludah jatuh sakit.  Beliau Tidak mendoakannya agar celaka dan dihukum berat karena  kurang ajar kpd nabi utusan Allah.

Beliau orang besar dg jiwa besar. Bukan politisi dan selebriti berjiwa kerdil: yg sedikit dicolek aja lalu membawa perkara ke pengadilan dg dalil perbuatan yg tidak menyenangkanlah… dalil pencemaran nama baiklah… cengeng amat!

Dr.Aidh Al Qorni, pengarang La Tahzan yg populer itu, mengatakan bhw perkara besar itu urusan kecil di mata orang yg berjiwa besar, dan perkara kecil itu urusan besar di mata orang yg berjiwa kerdil. Kita tahu bahwa kalo mau tiap hari ada saja hal-hal yg bisa diperkarakan. Kalo kita kebanjiran perkara tiada henti lalu kapan hidup bahagia dan mencetak prestasi? Lalu kapan bisa menikmati hidup ini?

Sekali lagi saya mengajak Anda untuk meningkatkan kesabaran. Khususnya bagi Anda yg berjuang merubah nasib, seperti yg pernah saya alami dulu meniti karir dari nol besar jadi Office Boy tahun 1983. Jangan tergoda untuk membalas jika disakiti. Kita hanya perlu beri peringatan kepada yg menzalimi. Kalo dia curi ayam dari rumah Anda, apakah Anda balas curi ayamnya juga? (sama2 pencuri dong…).

Saya ingatkan bahwa yg wajib kita penuhi adalah tanggung jawab kita. Sedangkan hak-hak kita tidak wajib diambil semua pada setiap saat. Bila perlu disedekahkan kepada yg lain. Kesabaran diuji ketika hak-hak kita diambil orang spt pada contoh kisah Bung Karno dan Nelson Mandela di atas. Dan jika kita mampu bertahan dg kesabaran sambil terus mencetak prestasi dg moralitas yg baik maka semua hak dan kemulian akan datang sendiri. Bahkan dg cerita sukses yg jauh lebih dahsyat dari perkiraan kita.

MEMAAFKAN Dan Tuhan Mengampunimu.  Jika pintu maaf terbuka lebar di dalam hati kita maka pintu ampunan dari Allah Yg Maha Besar terbuka lebih besar dan lebih luas lagi. Memaafkah kesalahan orang lain yg membawa kesejukan itu pada akhirnya akan sangat menyejukan hati si pemaaf. Sekaligus membawa berkah dan rejeki lahir batin yg melimpah ruah. Dari arah yg tak disangka-sangka sebagai ganjaran dari Allah SWT Yg Maha Pengasih Dan Maha Pemurah.

Hanya orang-orang yg sabar yg punya pintu maaf yg besar. Dan hanya orang besar yg tahu pentingnya sabar dan maaf. Saya sedang belajar seperti itu…. Semoga bermanfaat.

OH YAA juga dijelaskan lagi,, coba simak, udah paten dan jelas..

perhatikan juga firman-Nya yang lain: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS. Asy Syuura [42] ; 40)

Berikut beberapa ayat-ayat Al Quran tentang larangan dan akibat dari perbuatan zalim

  1.  “Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) . Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,” (QS. Al A’raaf  [7]: 41)
  2.  “Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul.” Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim” (QS : Al A’raaf [7 ] : 44)
  3. Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah Kami membinasakan kota-kota;kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS Al Qashash  [28]:59)
  4. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman…….” (QS. Yunus [10]:13)
  5. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu pelajaran bagi kaum yang mengetahui.” (QS. An Naml [27]:52)
  6. 6.      Zalim merupakan perbuatan yang di larang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar. Manusia yang berbuat zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Asy-Syura : 42   “Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih“.
  7. Allah SWT melarang perbuatan zalim, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya di Surah Ibrahim ayat 42-45 :  “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.”.

 

WASSALAM

Iklan

pengertian MSDM sendiri

mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal dibutuhkan suatu ilmu atau cara yang disebut manajemen sumber daya manusia MSDM . pada dasarnya MSDM itu menggunakan konsep  bahwa setiap karyawan adalah manusia  “bukan mesin” dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.

menurut pakar dunia tentang MSDM

  • MSDM adalah pengembangan dan pemanfaatan personil (pegawai) bagi pencapaian yang efektif mengenai sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan individu, organisasi, masyarakat, nasional, dan internasional. ( Faustino, 2003: 5)
  • Manajemen sumber daya manusia bisa didefinisikan sebagai proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi, serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya.( Sule, 2005: 94)
  • Manajemen sumber daya manusia didefinisikan sebagai perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan secara terpadu. ( Umar, 2001: 331)

 

MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologis, sosiologi, ekonomi dll

 

2. RUANG LINGKUP SENDIRI UNTUK MSDM meliputi semua aktivitas yang berhubungan dengan sumberdaya manusia dalam organisasi, seperti dikatakan oleh Russel & Bernadin bahwa”….alll decisions which affect theworkforce corcern the organization’s human resource management function

 

Aktivitas-aktivitas yang berkaitan denagn MSDM ini secara umum mencangkup (1) Rancangan Organisasi ,(2)Staffing,(3)SistemReward,tunjangan-tunjangan,dan pematuhan/compliance, (4)Manajemen Performasi, (5) Pengembangan Pekerja dan Organisasi, (6) Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang umumnya tercakup dalam lingkup MSDM yaitu:

1.      Rancangan Organisasi
          Perencanaan Sumber Daya Manusia
          Analisis pekerjaan
          Rancangan pekerjaan
          Tim kerja(system sosioteknik)
          System informasi
2.      Staffing
          Rekrut/interview/mempekerjakan
          Affirmative action
          Promosi/pemindahan/sparasi
          Pelayanan-pelayanan outplacement
          Pengangkatan/orientasi
          Metode-metode seleksi pekerja
3.      Sistem Reward, tunjangan-tunjangan, dan pematuhan
          Pelayanan-pelayanan kesehatan/medis
          Prosedur-prosedur pengaduan/disiplin
          Administrasi kompensasi
          Administrasi pengupahan/penggajian
          Administrasi tunjangan asuransi
          Rencana-rencana pembagian keuntungan/pensiun
          Hubungan-hubungan kerja
4.      Maanjemen Formasi
          Penilaian manajemen/MBO
          Program peningkatan/produktivitas
          Penilaian performasi yang difokuskan pada klien
5.      Pemgembangan pekerjaan dan organisasi
          Pengembangan dan pengawasan /manajemen
          Perencaan/pengembangan karier
          Program-program pembinaan/asistensi pekerjaan
          Pelatihan ketrampilan, nonmanajemen
          Program-program persiapan pensiun
          Penelitian-penelitian terhadap siakp
6.      Komunikasi dan Relasi Publik
          System-sistem informasi /laporan/catatan-catatan sumber daya manusia
          Komuniaksi/publikasi pekerja
          System penyaranan
          Penelitian sumberdaya manusia ( Faustino, 2003: 12)
fungsi MSDM sama dengan manajemen umumnyafungsi manajerial

  • Perencanaan (planning)
  • Pengorganisasian (organizing)
  • Pengarahan (directing)
  • Pengendalian (controlling)
Fungsi operasional

  • Pengadaan tenaga kerja (SDM)
  • Pengembangan
  • Kompensasi
  • Pengintegrasian
  • Pemeliharaan
  • Pemutusan hubungan kerja
Pelaku pelaku MSDM dibagi menjadi 
 
     Manager SDM (internal-fungsi tradisional): individu yang biasanya bertindak sebagai penasehat atau sebagai staf yang bekerja bersama manager lain untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan SDM.
      Manajer Lini
  Outsourcing(external): Proses menyewa agen penyedia tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan,contoh:head hunter, TKI. (wikipedia.com)

Beberapa pakar mendefinisikan kesehatan lingkungan ( environmental healthy) yakni

  1. Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
  2. Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.

RUANG LINGKUP UNTUK KESEHATAN LINGKUNGAN SENDIRI YAKNI

 Menurut World Health Organization (WHO) ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, yaitu

  1. Penyediaan Air Minum
  2. Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
  3. Pembuangan Sampah Padat
  4. Pengendalian Vektor
  5. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
  6. Higiene makanan, termasuk higiene susu
  7. Pengendalian pencemaran udara
  8. Pengendalian radiasi
  9. Kesehatan kerja
  10. Pengendalian kebisingan
  11. Perumahan dan pemukiman
  12. Aspek kesling dan transportasi udara
  13. Perencanaan daerah dan perkotaan
  14. Pencegahan kecelakaan
  15. Rekreasi umum dan pariwisata
  16. Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk
  17. Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.

  Di Indonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8, yaitu :3

  1. Penyehatan Air dan Udara
  2. Pengamanan Limbah padat/sampah
  3. Pengamanan Limbah cair
  4. Pengamanan limbah gas
  5. Pengamanan radiasi
  6. Pengamanan kebisingan
  7. Pengamanan vektor penyakit
  8. Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti keadaan pasca bencana

C. SASARAN KESEHATAN LINGKUNGAN UMUMNYA

Menurut Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992, Sasaran dari pelaksanaan kesehatan lingkungan adalah sebagai berikut :

  1. Tempat umum : hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha yang sejenis
  2. Lingkungan pemukiman : rumah tinggal, asrama/yang sejenis
  3. Lingkungan kerja : perkantoran, kawasan industri/yang sejenis
  4. Angkutan umum : kendaraan darat, laut dan udara yang digunakan untuk umum
  5. Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm keadaan darurat, bencana perpindahan penduduk secara besar2an, reaktor/tempat yang bersifat khusus.

D. MASALAH-MASALAH KESEHATAN LINGKUNGAN DI INDONESIA

Masalah Kesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk mengatasinyadibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Di Indonesia permasalah dalam kesehatan lingkungan antara lain :

1. Air Bersih

Airbersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatandan dapat langsung diminum.

Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna
  • Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan (maks 500 mg/l)
  • Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air)

 

  • Air Minum
    Berikut beberapa pengertian air minum menurut beberapa literature :

    1. Menurut Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat¬Syarat dan Pengawasan Kualitas Air bersih, Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat-syarat kesehatan dan langsung dapat diminum.
    2. Menurut Permendagri No. 23 tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum pada Perusahaan Daerah Air Minum, Departemen dalam Negeri Republik Indonesia, Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

2. Pembuangan Kotoran/Tinja

Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut :

  • Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi
  • Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur
  • Tidak boleh terkontaminasi air permukaan
  • Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain
  • Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin
  • Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang
  • Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.

3. Kesehatan Pemukiman

Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

  • Memenuhi kebutuhan fisiologis, yaitu : pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu
  • Memenuhi kebutuhan psikologis, yaitu : privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah
  • Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup
  • Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.

4. Pembuangan Sampah

Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor-faktor /unsur, berikut:

  • Penimbulan sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial ekonomi, letak geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi
  • Penyimpanan sampah
  • Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali
  • Pengangkutan
  • Pembuangan

  Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah tersebut, kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah-masalah ini secara efisien.

5. Serangga dan Binatang Pengganggu

Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibitpenyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar, Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria, Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Nyamuk Culex sp untukPenyakit Kaki Gajah/Filariasis. Penanggulangan/pencegahan dari penyakittersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus), Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp, Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD, Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi.

Binatang pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing gila. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab.

6. Makanan dan Minuman

Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran, rumah makan, jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel).

Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi :

  • Persyaratan lokasi dan bangunan
  • Persyaratan fasilitas sanitasi
  • Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan
  • Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi
  • Persyaratan pengolahan makanan
  • Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi
  • Persyaratan peralatan yang digunakan
  • Pencemaran Lingkungan

 

laaamaa sekiian tahuun tidak sowan blog, selayaknya sekarang menghampiri untuk nuangkan pelajaran mungkin bermanfaat bagi pembaca, di blog blog mbah google  udah dibahas dengan versinya sendiri sendiri   🙂

menurut UU No. 24 tahun 2007 definisi bencana sebagai “peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan manusia dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis”. kalau di jabarkan lagi, Bencana dibagi menjadi dua tipe SOBAT, bencana yang disebabkan oleh alam diantaranya : gempa bumi, letusan gunung, tsunami, tanah longsor, angin topan, dll), dan bencana karena ulah manusia (perang, ledakan bom, kebocoran bahan kimia, dll).

  Bencana tidak dapat dihindari , tetapi bisa dikurangi dampaknya. Oleh karena itu munculah disiplin ilmu tentang “disaster management alias manajemen bencana”

dari pengertian diatas : ada dua kondisi yaitu adanya peristiwa atau gangguan yang mengancam dan merusak (hazard) dan kerentanan (vulnerability) masyarakat. Bila terjadi hazard, tetapi masyarakat tidak rentan, maka berarti masyarakat dapat mengatasi sendiri peristiwa yang mengganggu, sementara bila kondisi masyarakat rentan, tetapi tidak terjadi peristiwa yang mengancam maka tidak akan terjadi bencana. Suatu bencana dapat dirumuskan sebagai berikut:

Bencana = Bahaya x Kerentanan

Dimana:

◙   Bencana ( Disasters ) adalah kerusakan yang serius akibat fenomena alam luar biasa dan/atau disebabkan oleh ulah manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerugian material dan kerusakan lingkungan yang dampaknya melampaui kemampuan masyarakat setempat untuk mengatasinya dan membutuhkan bantuan dari luar.  Disaster terdiri dari 2(dua) komponen yaitu Hazard dan Vulnerability;

◙   Bahaya ( Hazards ) adalah fenomena alam yang luar biasa yang berpotensi merusak atau mengancam kehidupan manusia, kehilangan harta-benda, kehilangan mata pencaharian, kerusakan lingkungan.  Misal :  tanah longsor, banjir, gempa-bumi, letusan gunung api, kebakaran dll;

◙   Kerentanan ( Vulnerability ) adalah keadaan atau kondisi yang dapat mengurangi kemampuan masyarakat untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi bahaya atau ancaman bencana;

◙   Risiko ( Kerentanan ) adalah kemungkinan dampak yang merugikan yang diakibatkan oleh hazard dan/atau vulnerability.

Model Manajemen Bencana

Bencana adalah hasil dari munculnya kejadian luar biasa (hazard) pada komunitas yang rentan (vulnerable) sehingga masyarakat tidak dapat mengatasi berbagai implikasi dari kejadian luar biasa tersebut. Manajemen bencana pada dasarnya berupaya untuk menghindarkan masyarakat dari bencana baik dengan mengurangi kemungkinan munculnya hazard maupun mengatasi kerentanan.  Terdapat lima model manajemen bencana yaitu:

  • Disaster management continuum model. Model ini mungkin merupakan model yang paling popular karena terdiri dari tahap-tahap yang jelas sehingga lebih mudah diimplementasikan. Tahap-tahap manajemen bencana di dalam model ini meliputi emergency, relief, rehabilitation, reconstruction, mitigation, preparedness, dan early warning.

 

  • Pre-during-post disaster model. Model manajemen bencana ini membagi tahap kegiatan di sekitar bencana. Terdapat kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan sebelum bencana, selama bencana terjadi, dan setelah bencana. Model ini seringkali digabungkan dengan disaster management continuum model.

 

  • Contract-expand model. Model ini berasumsi bahwa seluruh tahap-tahap yang ada pada manajemen bencana (emergency, relief, rehabilitation, reconstruction, mitigation, preparedness, dan early warning) semestinya tetap dilaksanakan pada daerah yang rawan bencana. Perbedaan pada kondisi bencana dan tidak bencana adalah pada saat bencana tahap tertentu lebih dikembangkan (emergency dan relief) sementara tahap yang lain seperti rehabilitation, reconstruction, dan mitigation kurang ditekankan.

 

  • The crunch and release model. Manajemen bencana ini menekankan upaya mengurangi kerentanan untuk mengatasi bencana. Bila masyarakat tidak rentan maka bencana akan juga kecil kemungkinannya terjadi meski hazard tetap terjadi.

 

  • Disaster risk reduction framework. Model ini menekankan upaya manajemen bencana pada identifikasi risiko bencana baik dalam bentuk kerentanan maupun hazard dan mengembangkan kapasitas untuk mengurangi risiko tersebut.

untitled1

Terkait dengan manajemen penanggulangan bencana, maka UU No. 24 tahun 2007 menyatakan “Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi”. Rumusan penanggulangan bencana dari UU tersebut mengandung dua pengertian dasar yaitu:

  • Penanggulangan bencana sebagai sebuah rangkaian atau siklus.
  • Penanggulangan bencana dimulai dari penetapan kebijakan pembangunan yang didasari risiko bencana dan diikuti tahap kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.

◙   Tanggap Darurat Bencana (response phase) : Serangkaian tindakan yang diambil secara cepat menyusul terjadinya suatu peristiwa bencana, termasuk penilaian kerusakan, kebutuhan (damage and needs assessment), penyaluran bantuan darurat, upaya pertolongan, dan pembersihan lokasi bencana

tujuan nya : menyelamatkan seluruh jiwa dari bencana , Mengurangi penderitaan korban bencana , memberi perawatan psikologis korban bencana khususnya anak anak, Meminimalkan kerugian material.

◙  Rehabilitasi  (recovery/rehabilitation phase): Serangkaian kegiatan yang dapat membantu korban bencana untuk kembali pada kehidupan normal yang kemudian diintegrasikan kembali pada fungsi-fungsi yang ada di dalam masyarakat.  Termasuk didalamnya adalah penanganan korban bencana yang mengalami trauma psikologis. Misalnya : renovasi atau perbaikan sarana-sarana umum, perumahan dan tempat penampungan sampai dengan penyediaan lapangan kegiatan untuk memulai hidup baru

Rekonstruksi  : Serangkaian kegiatan untuk mengembalikan situasi seperti sebelum terjadinya bencana, termasuk pembangunan infrastruktur, menghidupkan akses sumber-sumber ekonomi, perbaikan lingkungan, pemberdayaan masyarakat; Berorientasi pada pembangunan – tujuan : mengurangi dampak bencana, dan di lain sisi memberikan manfaat secara ekonomis pada masyarakat

Prevensi  : Serangkaian kegiatan yang direkayasa untuk menyediakan sarana yang dapat memberikan perlindungan permanen terhadap dampak peristiwa alam, yaitu rekayasa teknologi dalam pembangunan fisik;

–          Upaya memberlakukan ketentuan-ketentuan -Regulasi- yang memberikan jaminan perlindungan terhadap lingkungan hidup, pembebasan lokasi rawan bencana dari pemukiman penduduk; Pembangunan saluran pembuangan lahar;

–          Pembangunan kanal pengendali banjir;

–          Relokasi penduduk

◙    Kesiapsiagaan Bencana : Upaya-upaya yang memungkinkan masyarakat (individu, kelompok, organisasi) dapat mengatasi bahaya peristiwa alam, melalui pembentukan struktur dan mekanisme tanggap darurat yang sistematis. Tujuan : untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan sarana-sarana pelayanan umum. Kesiapsiagaan Bencana meliputi : upaya mengurangi tingkat resiko, formulasi Rencana Darurat Bencana (Disasters Plan), pengelolaan sumber-sumber daya masyarakat, pelatihan warga di lokasi rawan bencana

◙   Mitigasi ( risk reduction/mitigation phase) : Serangkaian tindakan yang dilakukan sejak dari awal untuk menghadapi suatu peristiwa alam – dengan mengurangi atau meminimalkan dampak peristiwa alam tersebut terhadap kelangsungan hidup manusia dan lingkungan hidupnya (struktural);

 

puputnuryadi

A great WordPress.com site

dikihandsome

A great WordPress.com site