Rilis resmi mengenai harga Chevrolet Spin memang membuat orang terpancing penasaran dan bahkan berminat untuk membelinya. Pasalnya, harga yang ditawarkan dimulai dari Rp 139 juta.

 Dengannya persaingan di segmen MPV pun kian panas karena selain perang lharga, berbagai fasilitas pun menjadi pembeda dan kian ke depan, setiap produsen mulai menjanjikan pilihan yang kian beragam, termasuk pilihan MPV double blower, transmisi matik, hingga tipe mesin diesel.

Meski Chevrolet Spin siap masuk pada April ini dengan keunggulan double blower dan diesel, Suzuki pun ‘adem ayem’ (tenang saja) tidak lantas kalut. Senjata dengan menawarkan diskon tidak menjadi pilihan.

“(Untuk menyikapi Spin), Kita belum ada diskon (buat Ertiga), bahkan tidak akan memberlakukan diskon,” Susanto Winarto, Sales Strategy Development-Sales 4W PT Suzuki Indomobil Sales di sela-sela penarikan undian program Ertiga Excitest Drive periode ke-9 di dealer Suzuki Dewi Sartika, Jakarta, Sabtu (23/2).

Untuk Spin di Solo The Spirit Of Java sendiri per 12 maret udah ada 12 penginden 1300cc diesel, 54 penginden 1200cc bensin, 72 penginden 1500cc. xixix.. kata salah  seorang teman fb saya, dia penginden nomer 1 se Solo Spin Diesel, dia  bilang terutama 1500cc banyak peminatnya,, karena menurut informasi udah ada transmisi triptonic kyk honda jazz RS soalnya..xixixi..klo yang disel ngindennya dibatasi cm 10unit per kota, tp Solo dibablasin 12 unit hehehe. dia bilang seketika itu, juga dia (temanku) dihubungi pihak Chevrolet untuk bergabung Chevrolet Spin Indonesia. Wuuih langsung ingin Spinnya dikenal oleh masyarakat indonesia, strategi bagus chevrolet, mengingat awal perdananya di indonesia🙂

dan juga bilang interiornya luas,,dashboardnya keren,  AC triple blower, speedonya kayak Koso, full digital,, mesin dieselnya halus kayak bensin.. Yaah cukup istimewa dikelas SUV nya . saya juga ikut tergiur, hehehe cukup Chevrolet Trooper aja dihati *hehehe😀

kembali ke topik, Walaupun tanpa diskon, penjualan Ertiga seperti disampaikannya terus meningkat. Hingga kini, permintaan konsumen masih sangat banyak, tetapi secara produksi diakui masih kurang. Sebagai gambaran, Desember tahun lalu Ertiga terjual 3.073 unit, lalu Januari naik jadi 5.467 unit.

Untuk memenuhi permintaan yang tinggi, pihaknya pun akan meningkatkan kapasitas produksi mulai Februari ini supaya memperpendek jarak inden. “Januari kita produksi sekitar 4.500-an unit,” tambahnya.

Ertiga memang pasang harga mulai dari Rp 143.000.000 (tipe GA). Harga ini lebih tinggi sekitar Rp 4 juta dibanding Spin.

Kesimpulannya : Spin memang lebih unggul pula dalam pilihan transmisi karena Ertiga memang kini masih mengandalkan transmisi manual dengan mesin bensin berkapasitas 1.377 cc, DOHC, 16 katup VVT dan didukung Multi Point Injection.