Para peneliti terus melakukan upaya dalam menemukan jejak kehidupan di Planet Mars, walaupun banyak yang menyangsikan kalau mahluk hidup bisa benar-benar bertahan di planet itu, dalam kondisi ‘bermusuhan’ dengan cuaca beku yang ekstrim.

Tim Ilmuwan dari Oregon telah menemukan bukti-bukti baru dengan mengumpulkan mikroba dari ‘tabung lava’ yang dingin di Pegunungan Oregon, yang kondisi suhunya mirip dengan di Planet Merah. Dengan penemuan ini, mikroba yang bisa berkembang, memungkinkan kehidupan di Planet Mars masih terbuka.

Mikroba yang hidup pada besi dari mineral ditemukan dii bebatuan, dimana hal yang serupa juga ditemukan pada batuan vulkani di Mars. Mikroba ini mampu bertahan hidup dalam kondisi oksigen yang rendah dan tanpa makanan organik sama sekali.

“Mikroba ini adalah salah satu keluarga dari bakteri yang ditemukan di Bumi,” kata Amy Smith, seorang mahasiwa doktoral di Oregon State University dan salah satu tim peneliti, seperti dilansir Daily Mail, Senin (19/12/2011).

“Sebenarnya kita dapat menemukan hal yang serupa, seperti di dasar laut atau pengunungan. Namun yang membedakannya adalah, kualitas yang unik untuk memungkinkan hidup seperti kehidupan di Mars,” katanya.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa mikroba telah berusaha beradaptasi menghadapi kondisi yang keras untuk bertahan hidup. Dalam keadaan normal, dengan kadar oksigen yang normal, bakteri memakan bahan organik seperti gula.

“Kondisi dalam tabung lava tidak sekeras di Mars,” kata Fisk. “Di Mars, suhu jarang sampai ke titik beku, tingkat oksigen yang rendah dan di permukaan, air cair tidak hadir. Tapi air dihipotesiskan akan hadir di bawah permukaan Mars lebih hangat. Meskipun studi ini tidak tepat menduplikasi apa yang Anda akan menemukan di Mars,” tambahnya. (tyo)